Solusi Iritasi dan Eksim pada Bayi, Ilmuwan Teliti Kombinasi Tiga Bahan Aktif

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi

Perawatan kulit bayi kini mendapat perhatian lebih dari dunia akademik dan industri. Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Gently Baby mengumumkan kolaborasi penelitian untuk mengembangkan teknologi bahan aktif yang berfokus pada kesehatan kulit bayi dan anak.

Kerja sama ini menghasilkan CERA-CARE BIOME™, formula yang menggabungkan ceramide, oat, dan microbiome. Ketiga komponen tersebut diteliti untuk memberikan perlindungan kulit berlapis melalui penguatan skin barrier, meredakan iritasi, serta menjaga keseimbangan microbiome kulit bayi.

“Kami percaya bahwa setiap produk yang menyentuh kulit bayi harus berakar pada sains. Melalui kolaborasi riset dengan Sekolah Farmasi ITB, kami berkomitmen menghadirkan inovasi produk yang tidak hanya lembut, tapi juga terbukti bermanfaat secara klinis dan sesuai untuk kulit bayi dan anak. Inovasi ini adalah langkah nyata kami untuk mendukung kesehatan kulit bayi di Indonesia,” ujar Nyoman Anjani, CEO & Co-founder Gently Baby, dalam keterangannya, dikutip Minggu 2 November 2025.

Nyoman menjelaskan latar belakang riset ini muncul dari kebutuhan di lapangan.

“Ide pengembangan teknologi CERA-CARE BIOME™ yang kemudian kami risetkan bersama Sekolah Farmasi ITB itu berawal dari adanya keresahan para ibu, saya juga kan kebetulan juga seorang ibu, bahwa kulit bayi itu sangat rentan dan masih sangat sensitif, mudah kena eksim, mudah kena ruam dan di situlah akhirnya kita patentkan teknologi ini dengan nama CERA-CARE BIOME™," bebernya.

Pandangan Ahli Anak

Dokter spesialis anak, dr. Ian Sutedja SpA, menilai kombinasi bahan ini relevan dengan kebutuhan kulit bayi.

“Ceramide, Oat, dan Mikrobiom ini bukan hal baru dalam teknologi produk perawatan kulit, terutama kulit bayi. Hanya saja biasanya terpisah-terpisah. Kulit bayi rentan mengalami iritasi karena belum berkembang sempurna, sehingga butuh kandungan seperti Ceramide, Oat, dan Microbiome untuk memaksimalkan kelembapan dan skin barrier,” jelasnya.

Menurut dr. Ian, pemaduan ketiga bahan tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar.

“Jadi tiga-tiga ini secara teori itu sangat penting untuk mempertahankan kulit bayinya lebih bagus lagi. Ini menurut saya juga suatu ide yang bagus, sehingga saya mendukung acara riset ini," katanya.

Peran Akademisi

Kerja sama penelitian ini juga disambut oleh pimpinan ITB.

“Kerjasama ini adalah salah satu bentuk kontribusi… khususnya di bidang teknologi dan kesehatan bayi & anak,” ungkap Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara.

Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof. apt. Diky Mudhakir, menambahkan bahwa sinergi akademisi dan industri diperlukan untuk memberikan dampak kesehatan pada masyarakat.

Tahapan Riset

Formula CERA-CARE BIOME™ dikabarkan akan menjalani uji efikasi selama empat bulan di bawah pengawasan tim akademisi ITB. Nantinya, hasil riset diharapkan menjadi penerapan ilmiah baru dalam pendekatan kesehatan kulit bayi di Indonesia.

Riset ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan teknologi kesehatan anak berbasis sains dan penelitian nasional.