Mau Coba Skincare dengan Bahan Aktif? Ini Tips Amannya dari Dermatolog
Penggunaan skincare dengan bahan aktif kini semakin diminati, terutama oleh mereka yang ingin memperoleh hasil perawatan kulit yang lebih cepat dan terarah.
Namun, bagi pemula, penggunaan bahan aktif tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Scroll lebih lanjut yuk!
Diperlukan pemahaman dasar mengenai kondisi kulit dan langkah penggunaan yang tepat agar kulit tetap aman dan terhindar dari iritasi.
Dermatolog dr. Richard Yehezkiel menjelaskan bahwa langkah pertama bagi siapa pun yang baru ingin mencoba skincare berbahan aktif adalah mengenali kondisi kulitnya.
"Pertama, ketahui dulu jenis kulitnya. Kalau sudah tahu, pilih ke basic skincare seperti sabun cuci muka, moisturizer, dan sunscreen. Misalnya moisturizer, cari yang bahan aktifnya bagus dan sesuai jenis kulit ya," kata dr. Richard, dalam Grand Launch The Glow Atelier by Na-Young, di Jakarta, Jumat 28 November 2025.
Ia menambahkan bahwa kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
"Lalu saat baru memakai skincare dengan bahan aktif terjadi purguing, itu adalah proses adaptasi kulit sama skincare barunya," tambahnya.

Meski purging merupakan reaksi umum, pengguna juga harus mewaspadai efek samping lain seperti beruntusan atau reaksi alergi. Bahan aktif tertentu, terutama yang bersifat eksfoliasi, dapat memicu reaksi lebih intens pada sebagian orang.
"Kebanyakan itu terjadi sama skincare yang bersifat eksfoliasi ya. Misalnya nggak ada bahan yang eksfoliasi tapi muncul beruntusan, kemungkinan kita alergi sama skincarenya," jelas dr. Richard.
Untuk mengurangi risiko, dr. Richard menyarankan uji coba sederhana sebelum mengaplikasikan produk baru ke seluruh wajah.
"Coba di tangan dulu kalau bingung bakal ada alergi atau tidak. Coba aja oles tiap malam selama seminggu. Kalau nggak ada masalah, boleh lanjut," katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tren skincare yang semakin beragam juga membawa potensi risiko. Banyak pengguna tergiur mencoba berbagai produk tanpa memperhatikan izin BPOM atau kecocokan bahan aktif dalam rutinitas mereka.
Penggunaan terlalu banyak produk sekaligus dapat membuat kulit bekerja ekstra sehingga lebih rentan mengalami iritasi, kemerahan, atau alergi. Menurutnya, konsep skincare minimalism justru lebih efektif untuk menjaga kesehatan kulit.
"Sekarang banyak tren skincare yang berisiko, mulai dari penggunaan produk yang belum ada izin BPOM sampai step skincare dengan terlalu banyak produk yang bisa membuat kulit mudah iritasi atau alergi. Karena itu, saya lebih menyarankan skincare minimalism agar kulit lebih mudah beradaptasi. Dari rangkaian Na-Young, tiga produk yang paling saya rekomendasikan untuk hasil yang efektif sehari-hari adalah moisturizer, brightening serum, dan ageless serum," jelas dr. Richard.
Direkomendasikan oleh sang Dermatolog, Na-Young membawa ciri khas skincare Korea modern: skinimalism dan multifungsi, di mana satu produk bisa memberikan lebih dari satu manfaat, sehingga rutinitas perawatan kulit jadi lebih ringkas namun tetap efektif dan memberikan hasil nyata. Na-Young juga mengusung prinsip clean beauty, dengan formula yang bebas dari bahan-bahan berbahaya, seperti paraben, sulfat, dan pewangi buatan.
Tidak hanya itu, semua produk Na-Young telah mendapatkan izin BPOM dan bersertifikat halal, sehingga semakin terjamin keamanan dan kenyamanannya untuk digunakan setiap hari. Ada empat hero products yang paling mencuri perhatian berkat hasil klinisnya dan manfaatnya untuk perawatan sehari-hari: 2× BrightActive Serum (pencerah kulit), Ageless Serum (anti-aging), 4-in-1 BioLift Moisturizer Cream (pelembab kulit) dan 4-in-1 Sun Protector SPF 50 PA++++ (sunscreen).