Jangan Cuma Dipotong, Ini Alasan Makanan Berjamur Harus Dibuang

makanan berjamur, alasan buang makanan berjamur, Jangan Cuma Dipotong, Ini Alasan Makanan Berjamur Harus Dibuang

Musim hujan identik dengan udara lembap, kondisi yang membuat jamur tumbuh lebih cepat, termasuk pada makanan yang kita simpan di rumah.

Meski kadang hanya muncul sebagai bercak kecil, makanan berjamur ternyata bukanlah hal sepele.

Banyak orang memilih memotong bagian yang berjamur dan melanjutkan makan sisanya, padahal kebiasaan ini bisa membahayakan kesehatan.

Jamur bukan sekadar noda di permukaan makanan

Jamur adalah sejenis cendawan yang menyebabkan makanan cepat rusak dan dapat membawa risiko kesehatan.

Secara kasatmata, jamur biasanya tampak sebagai bintik berwarna putih, hijau, kebiruan, atau hitam dengan tekstur berbulu di permukaan makanan.

Masalahnya, yang terlihat seolah hanya "puncak gunung es”. Jamur memiliki akar halus yang disebut hyphae yang dapat menembus jauh ke dalam makanan.

Jadi meskipun kamu memotong bagian yang tampak berjamur, akar jamur yang tidak terlihat bisa tetap tersisa dan ikut termakan.

Akibatnya, memakan makanan yang tampaknya sudah dibersihkan tetap membawa risiko kontaminasi jamur dan pertumbuhan bakteri berbahaya.

Racun jamur yang berbahaya

Bahaya terbesar dari makanan berjamur bukan hanya tampilannya, tetapi racun yang mungkin dihasilkannya.

Beberapa jenis jamur memproduksi mikotoksin, zat beracun yang tidak bisa hilang hanya dengan memotong bagian luar makanan.

makanan berjamur, alasan buang makanan berjamur, Jangan Cuma Dipotong, Ini Alasan Makanan Berjamur Harus Dibuang

Ilustrasi makanan berjamur

Salah satu yang paling berbahaya adalah aflatoksin, racun jamur yang sering ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian, serta buah-buahan yang telah terkontaminasi. Aflatoksin diketahui dapat:

  • Menyerang dan merusak organ hati
  • Memicu reaksi alergi dan gangguan pernapasan
  • Menyebabkan mual, muntah, dan diare
  • Bahkan berpotensi mematikan bila dikonsumsi dalam kadar tinggi

Lebih mengkhawatirkan lagi, mikotoksin tidak dapat dilihat, dicium, ataupun dirasakan, sehingga makanan yang terlihat bersih sekalipun bisa mengandung racun jika sebelumnya sudah berjamur.

Meski gejala yang muncul bisa berupa gangguan pencernaan ringan, paparan jangka panjang terhadap jamur dan racunnya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Dalam beberapa kasus, konsumsi mikotoksin dalam jumlah kecil namun terus-menerus bisa menyebabkan kerusakan organ.

Inilah alasan mengapa para ahli selalu menekankan: kalau makanan sudah berjamur, lebih baik buang semuanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.