Pemerintah Akan Pulangkan Keris Nogo Siluman, Bedakah dengan Pusaka Pangeran Diponegoro yang Dikembalikan 2020?

Pusaka Pangeran Diponegoro, Keris Pangeran Diponegoro, keris nogo siluman, keris nogo siluman luk 13, Pemerintah Akan Pulangkan Keris Nogo Siluman, Bedakah dengan Pusaka Pangeran Diponegoro yang Dikembalikan 2020?, Misteri Keris Pangeran Diponegoro, Pemulangan Pertama pada 2020, Pertanyaan Baru: Apakah Sama atau Berbeda?, Simbol Perlawanan dan Kedaulatan

Pemerintah Indonesia kembali mengupayakan pemulangan benda-benda bersejarah dari luar negeri.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Keris Nogo Siluman, pusaka yang diyakini milik Pangeran Diponegoro.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto mendorong agar koleksi pusaka bangsa, termasuk keris bersejarah, dikembalikan ke Tanah Air.

“Kita ingin koleksi-koleksi yang lain kembali ke Indonesia, termasuk keris Teuku Umar dan Keris Nogo Siluman yang kemungkinan milik Pangeran Diponegoro,” kata Fadli di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pemulihan hak-hak budaya sekaligus menguatkan kedaulatan Indonesia.

Misteri Keris Pangeran Diponegoro

Keris Nogo Siluman merupakan salah satu pusaka utama Pangeran Diponegoro, selain Keris Kyai Ageng Bondoyudo dan Tombak Kyai Rondhan.

Sejak penangkapan Diponegoro di Magelang pada 1830, keris ini tak lagi diketahui keberadaannya.

Dokumen sejarah menyebut keris tersebut diberikan kepada Kolonel Jan-Baptist Cleerens dan kemudian dihadiahkan kepada Raja Willem I.

Maestro lukis Raden Saleh bahkan pernah melihat langsung pusaka ini di Belanda, dan menggambarkan adanya ukiran naga berlapis emas pada bilahnya.

Dosen Prodi Keris ISI Surakarta, Dr. Kuntadi Wasi Darmojo, menuturkan bahwa penamaan Nogo Siluman mengacu pada ukiran naga yang tersembunyi di bagian bawah keris.

“Sosok naga ini hanya bisa terlihat dari sudut tertentu. Dalam budaya Jawa, naga melambangkan kekuatan dan penghubung dunia manusia dengan alam gaib,” jelasnya saat dihubungi KOMPAS.com, Sabtu (4/10/2025).

Pusaka Pangeran Diponegoro, Keris Pangeran Diponegoro, keris nogo siluman, keris nogo siluman luk 13, Pemerintah Akan Pulangkan Keris Nogo Siluman, Bedakah dengan Pusaka Pangeran Diponegoro yang Dikembalikan 2020?, Misteri Keris Pangeran Diponegoro, Pemulangan Pertama pada 2020, Pertanyaan Baru: Apakah Sama atau Berbeda?, Simbol Perlawanan dan Kedaulatan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memegang keris, salah satu Warisan Budaya Takbenda yang diakui UNESCO.

Pemulangan Pertama pada 2020

Sebelum wacana terbaru ini, pemerintah Belanda sudah pernah mengembalikan Keris Kiai Nogo Siluman pada 5 Maret 2020.

Serah terima dilakukan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Ingrid van Engelshoven kepada Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja.

Setelah tiba di Indonesia, keris sempat dipamerkan di Museum Nasional dan kini disimpan di Museum Keris Solo.

Namun, kepulangan keris pada 2020 itu justru menimbulkan perdebatan di kalangan ahli keris.

Beberapa pakar menilai bentuk dhapur keris tersebut tidak sesuai dengan pakem Nogo Siluman. Bentuk fisiknya dianggap lebih mirip dengan dhapur Nogo Raja.

“Ketika dikatakan bentuk dhapurnya keris Nogo Siluman, ternyata bentuknya mirip dhapur keris Nogo Raja. Jadi muncul perdebatan kala itu,” ujar Dr. Kuntadi.

Pertanyaan Baru: Apakah Sama atau Berbeda?

Kini, dengan rencana pemulangan terbaru di era Presiden Prabowo, muncul pertanyaan besar: apakah keris yang dimaksud pemerintah adalah pusaka yang sama dengan yang sudah dipulangkan pada 2020, atau justru berbeda?

Dr. Kuntadi mengaku hingga kini belum melihat langsung wujud fisik keris yang akan dipulangkan dari Belanda.

“Kalau ditanya apakah berbeda dengan keris yang sudah tiba pada 2020, saya belum bisa memastikan,” katanya.

Ini memperlihatkan bahwa sejarah Keris Nogo Siluman masih menyisakan misteri.

Sejarawan UGM, Dr. Sri Margana, bahkan menegaskan bahwa keris tersebut benar-benar digunakan dalam Perang Jawa (1825–1830), sehingga kemungkinan besar ada lebih dari satu pusaka Diponegoro yang tersimpan di Belanda.

Simbol Perlawanan dan Kedaulatan

Apa pun bentuk fisik yang akan pulang, Keris Nogo Siluman tetap dipandang sebagai pusaka yang merekam jejak perlawanan Pangeran Diponegoro.

Kerusakan pada bilahnya menunjukkan bahwa keris itu pernah dipakai dalam pertempuran, bukan sekadar benda keramat.

Jika rencana pemulangan ini terwujud, keris tersebut akan ditempatkan di Museum Nasional, berdampingan dengan koleksi fosil Homo Erectus Eugene Dubois yang juga dijadwalkan tiba pada akhir 2025.

“Pemulangan benda bersejarah adalah momentum untuk menguatkan jati diri bangsa melalui warisan leluhur,” ujar Fadli Zon.

Kisah Keris Nogo Siluman menunjukkan bahwa pusaka bukan hanya benda bersejarah, melainkan simbol identitas dan perjuangan bangsa.

Namun, hingga kini pertanyaan belum terjawab: apakah keris yang akan dipulangkan kali ini adalah pusaka yang sama dengan yang sudah dikembalikan pada 2020, atau justru keris lain peninggalan Pangeran Diponegoro?

Jawaban dari misteri ini masih menunggu kepastian, sekaligus menjadi tantangan bagi upaya meluruskan sejarah dan merawat kedaulatan budaya Indonesia.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan "Fadli Zon Sebut Prabowo Ingin Pulangkan Keris Teuku Umar hingga Nogo Siluman".