Cerita Lukisan Pangeran Diponegoro Berkuda, Berawal dari Coretan Tinta Biru

Jika pernah membaca sejarah Perang Diponegoro, atau mengulik buku yang berhubungan dengan Perang Diponegoro, kamu tentu tidak asing dengan gambar yang memperlihatkan Pangeran Diponegoro berkuda saat berperang.
Pada gambar tersebut, Pangerang Diponegoro tampak mengenakan gamis dan sorban berwarna putih. Menunggangi kuda, dan sedang berperang dengan penjajah Belanda.
Lukisan popular tersebut merupakan hasil karya Sindoedarsono Sudjojono (S.Sudjojono), seorang pelukis legendaris yang juga dijuluki sebagai Bapak Seni Rupa Modern Indonesia.
Potret suasana perang tersebut tidak semata-mata diambil dari sebuah foto yang sudah ada, melainkan dari riset mendalam seorang S. Sudjojono.
Proses penciptaan karya tersebut dilakukan melalui analisis sejarah dan studi anatomi, pemilihan objek artefak secara detail dan mendalam, sebelum dituang di atas bidang kanvas.
Kini, sketsa asli lukisan Perang Diponegoro yang diperoleh dari riset mendalam tersebut sedang dipamerkan dalam Pameran Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro, di Galeri Nasional Indonesia. Jakarta Pusat. Seperti apa bentuknya?
Menengok sketsa asli lukisan Perang Diponegoro
Potret sketsa asli Perang Diponegoro karya Seniman Sindoedarsono Sudjojono sedang dipamerkan di Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro, di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (9/9/2025).
Berdasarkan informasi yang Kompas.com himpun di lokasi saat berkunjung pada Selasa (9/9/2025), sketsa asli ini terdiri lima lembar kertas berisi deskripsi yang ditulis dengan tulisan sambung.Ejaan yang digunakan pun masih ejaan lama, dengan beberapa coretan yang ditulis dengan tinta biru gelap.
Sketsa ini ditulis di atas lembar kertas yang sudah tampak menguning. Setiap kertas punya nomor urut yang juga ditulis tangan. Namun di pameran tersebut cuma ada empat lembar sketsa yang dipajang.
Berdasarkan penjelasan pemandu di museum, pada awalnya terdapat lima sketsa yang ditulis. Namun, saat ini hanya tersisa empat kertas. Kertas urutan ketiga tak diketahui keberadaannya.
Potret sketsa asli Perang Diponegoro karya Seniman Sindoedarsono Sudjojono sedang dipamerkan di Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro, di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (9/9/2025).
Kata pemandu di museum, hampir sebagian besar pengunjung, khususnya pengunjung usia remaja tidak paham dengan tulisan yang ada di sketsa tersebut.Di samping tulisannya yang sudah saling bertaut, ejaan yang dipakai pun masij ejaan lama.
Layaknya sebuah sketsa, penggambaran situasi saat Perang Diponegoro ini pun juga dilengkapi dengan coretan seperti gambar orang berkuda yang membawa tombak.
Terdapat pula sketsa yang memperlihatkan perang antara penjajah Belanda yang sudah menggunakan pistol, dengan pribumi yang masih menggunakan tombak.
Potret sketsa asli Perang Diponegoro karya Seniman Sindoedarsono Sudjojono sedang dipamerkan di Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro, di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (9/9/2025). Potret sketsa asli Perang Diponegoro karya Seniman Sindoedarsono Sudjojono sedang dipamerkan di Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro, di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (9/9/2025).
Jika kamu tertarik datang dan mengabadikan sketsa asli tersebut, kamu bisa memotretnya asal tidak menggunakan flash kamera.Pameran ini digelar di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, sampai Senin (15/9/2025). Berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 14, RT 6/ RW 1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Harga tiket masuk Pameran Perang Diponegoro sudah termasuk dengan tiket masuk Galeri Nasional Indonesia.
Potret sketsa asli Perang Diponegoro karya Seniman Sindoedarsono Sudjojono sedang dipamerkan di Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro, di Galeri Nasional Indonesia, Selasa (9/9/2025).
Berikut rincian harga tiket masuk kawasan Galeri Nasional Indonesia:- Anak (usia 3-12 tahun): Rp 25.000 per orang
- Dewasa (13-60 tahun): Rp 50.000 per orang
- Warga Negara Asing: Rp 100.000 per orang
- Anak usia kurang dari 3 tahun, dan lansia di atas 60 tahun: gratis.