Jelang Piala Afrika 2025, Demonstrasi Gen Z Guncang Maroko
Aksi massa yang dipelopori Generasi (Gen) Z di Maroko menuntut layanan publik lebih baik berubah menjadi kerusuhan.
Di Oujda, kota terbesar di timur Maroko, sebuah kendaraan polisi menabrak massa hingga menyebabkan satu orang terluka. Kantor berita resmi MAP dan kelompok hak asasi manusia lokal membenarkan insiden tersebut.
Di Leqliaa, sekitar 500 kilometer di selatan ibu kota Rabat, dua orang dilaporkan tewas.
MAP, mengutip otoritas lokal, menyebutkan korban meninggal akibat tindakan polisi yang membela diri.
Disebutkan bahwa korban berusaha merebut senjata polisi, meski laporan itu tidak diperkuat saksi mata.
Tuntutan Generasi Z
Aksi demonstrasi ini banyak digerakkan oleh generasi muda, terutama Generasi Z (Gen Z), yang menuntut perbaikan layanan publik.
Mereka menolak praktik korupsi serta mengkritik alokasi anggaran pemerintah yang lebih banyak diarahkan untuk pembangunan stadion Piala Dunia 2030, sementara sekolah dan rumah sakit kekurangan dana.
"Hak atas kesehatan, pendidikan, dan kehidupan layak bukan slogan kosong, melainkan tuntutan serius," tulis penyelenggara aksi di platform Discord.
Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebut aksi tersebut tidak memiliki izin resmi dan ditangani sesuai hukum.
"Mereka yang melanggar akan ditindak tegas dan keras," tegas pernyataan kementerian.
Kericuhan dan Penangkapan Massal
Kericuhan terjadi di sejumlah kota. Di Sale, ratusan remaja bermasker membakar mobil, menjarah bank dan toko, serta merusak jendela.
Rekaman video juga menunjukkan demonstran membakar kendaraan di Inzegane dan Ait Amira.
Hingga Rabu, otoritas melaporkan 409 orang ditahan, 263 aparat terluka, 23 warga sipil luka-luka, 142 kendaraan polisi rusak, dan 20 mobil pribadi hancur.
Asosiasi Maroko untuk Hak Asasi Manusia (AMDH) menyebut 37 demonstran di Oujda, termasuk enam anak di bawah umur, dijadwalkan menjalani persidangan. AMDH memperkirakan lebih dari 1.000 orang telah ditangkap sejak protes dimulai pada Sabtu (27/9/2025).
Sorotan Internasional
Amnesty International mendesak pemerintah Maroko menanggapi tuntutan generasi muda.
"Kami mendesak otoritas untuk merespons tuntutan sah kaum muda atas hak sosial, ekonomi, dan budaya, serta menindaklanjuti keluhan mereka tentang korupsi," tulis Amnesty International dalam pernyataan resmi.
Latar Belakang Aksi
Demonstrasi ini digalang oleh kelompok GenZ 212, sebuah gerakan kolektif baru berbasis platform Discord.
Meski identitas penyelenggara belum jelas, gerakan ini berhasil memobilisasi ribuan orang di sedikitnya 10 kota.
Gelombang protes sosial di Maroko terjadi menjelang Piala Afrika 2025, 21 Desember 2025-18 Januari 2026, dan pemilu legislatif 2026.
Kasus kematian delapan perempuan di rumah sakit umum Agadir semakin memperbesar kritik publik terhadap layanan kesehatan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan Demo Gen Z Maroko 4 Hari di 10 Kota, Massa Galang Aksi Pakai Discord.