Daihatsu Gelar Test Drive Buat Buktikan Efisiensi BBM Rocky Hybrid

 Daihatsu Rocky Hybrid hadir sebagai pilihan baru buat masyarakat yang ingin kendaraan ramah lingkungan. Mobil ini diluncurkan pada ajang GIIAS 2025 dan memiliki beragam keunggulan khususnya dari sisi konsumsi bahan bakar.

Hal ini karena Daihatsu Rocky Hybrid digerakkan oleh motor listrik yang terhubung langsung dengan transmisi khusus hybrid Transaxle. Tenaganya pun cukup besar yaitu 104,5 hp dan torsi 170 Nm.

Motor listrik tersebut ditenagai oleh baterai Hybrid bertipe Lithium-ion sebesar 177,6 volt mampu menghasilkan daya sebesar 0,74 kWh. Angka tersebut bahkan setara mobil hybrid kelas SUV Medium.

Tak hanya itu, Rocky Hybrid menggunakan mesin bensin 1.2L WA-VEX yang sudah dikenal efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian maka wajar bila konsumsi BBM sangat hemat.

Daihatsu Rocky Hybrid

Untuk membuktikannya, Daihatsu pun menggelar test drive di PIK 2, Tangerang, Banten dengan mengundang puluhan orang. Masing-masing dipersilahkan untuk beradu efisiensi bahan bakar menggunakan metode pengukuran yang digunakan adalah melihat data real-time dari MID (multi information display) kendaraan.

Menariknya, dalam pengujian tersebut Daihatsu memberi lintasan yang memang biasa dilalui kendaraan. Sehingga medan jalannya pun beragam mulai dari tanjakan, macet hingga persimpangan.

Dalam pengujian ini satu unit diisi oleh 3 - 4 orang sehingga membuat mobil jadi memiliki beban tambahan.

Meski demikian, seluruh peserta berhasil mencapai konsumsi bahan bakar lebih dari 30 km/L. Bahkan pemenang dalam kegiatan tersebut mendapatkan efisiensi sangat tinggi karena mencapai 47,8 km/L.

Namun seluruh teknologi tersebut juga harus didukung oleh cara berkendara yang optimal. Para peserta mengaku melakukan beberapa teknik penting guna meningkatkan efisiensi BBM.

Daihatsu Rocky Hybrid

Salah satunya adalah dengan menjaga kecepatan agar konstan antara 40-80 km/jam. Kemudian menggunakan transmisi mode-B saat melintasi jalan menurun sehingga dapat mengubah energi kendaraan menjadi energi listrik untuk mengisi baterai.

Mereka juga menjaga jarak kendaraan di depan agar bisa mengoptimalkan pengisian baterai ketika kondisi deselerasi. Dengan demikian maka konsumsi bahan bakar bisa lebih optimal tanpa mengorbankan kesenangan berkendara.