Strategi Daihatsu Dongkrak Penjualan di Tengah Pasar yang Menantang
Industri otomotif nasional masih menghadapi berbagai tantangan pada 2026. Namun, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tetap optimistis pasar kendaraan roda empat memiliki peluang untuk tumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.
Seperti diketahui ADM mencatatkan pertumbuhan penjualan ritel pada Mei 2026. Dalam keterangannya, perseroan melaporkan telah membukukan penjualan sebanyak 12.531 unit sepanjang periode tersebut atau meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara kumulatif, penjualan ritel Daihatsu selama Januari-Mei 2026 mencapai 59.484 unit. Menariknya, sekitar 99 persen kendaraan yang dipasarkan Daihatsu di Indonesia merupakan hasil produksi dalam negeri.
Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor Sri Agung Handayani mengatakan, salah satu faktor yang diharapkan dapat mendorong pasar otomotif adalah meningkatnya aktivitas ekonomi yang berdampak langsung pada pendapatan masyarakat.
Menurut dia, ketika masyarakat memiliki pendapatan yang lebih stabil, kemampuan untuk membeli kendaraan juga akan ikut meningkat.
"Semoga Gross Domestic Product (GDP) yang naik ini, walaupun ada apa, didukung oleh spending, government spending, harapannya ada multi efeknya ke daya beli masyarakat," kata Agung, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Keramaian pengunjung yang ingin melihat Xenia baru di booth Daihatsu
Daya Beli Jadi Kunci
Agung menjelaskan, belanja pemerintah diharapkan dapat menciptakan efek berganda terhadap perekonomian nasional.
Jika kondisi tersebut berjalan sesuai harapan, maka masyarakat akan memiliki kemampuan finansial yang lebih baik untuk membeli kendaraan baru.
"Harapannya dengan daya beli ini, orang punya pendapatan yang lebih stabil, berarti dia punya daya beli dan daya bayar yang lebih mumpuni untuk mereka memiliki kendaraan," kata Agung.
Karena itu, Daihatsu menilai pemulihan daya beli masyarakat akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kinerja pasar otomotif sepanjang tahun ini.
Siapkan Paket Kepemilikan yang Lebih Fleksibel
Selain mengandalkan pertumbuhan ekonomi, Daihatsu juga menyiapkan berbagai program untuk mempermudah konsumen memiliki kendaraan.
Agung mengatakan, perusahaan terus bekerja sama dengan lembaga pembiayaan untuk menghadirkan paket kredit yang lebih sesuai dengan kemampuan konsumen.
"Kita menyiapkan terhadap paket-paket kepemilikan yang lebih mudah dan lebih sesuai dengan kapasitas customer," kata Agung.
Menurut dia, strategi tersebut menjadi penting mengingat kondisi pasar saat ini menuntut produsen tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga solusi kepemilikan yang lebih terjangkau.
Ilustrasi perawatan mobil di bengkel Daihatsu
Tidak Hanya Fokus Jual Mobil
Daihatsu juga berupaya memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin mengganti kendaraan lama dengan model baru.
Salah satunya melalui program yang mempermudah proses penjualan mobil bekas agar konsumen tidak perlu mencari pembeli sendiri.
"Kalau untuk second buyer sekarang kita punya program-program untuk memudahkan mereka menjual kendaraannya," kata Agung.
Utamakan Pengalaman Kepemilikan
Lebih lanjut, Agung mengatakan fokus Daihatsu saat ini tidak hanya sebatas menjual kendaraan.
Perusahaan berupaya memberikan pengalaman kepemilikan secara menyeluruh, mulai dari proses pembelian, perawatan, hingga saat konsumen ingin menjual kembali kendaraannya.
"Mungkin yang perlu kita sampaikan adalah memastikan tugas kita untuk memberikan kemudahan bagi yang mau membeli kendaraan Daihatsu. Kita memastikan total ownership experience mereka itu ada. Mulai beli, mudah beli, terus mudah rawat, sampai mudah jual," kata Agung.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu Daihatsu mempertahankan posisinya di pasar otomotif nasional.
"Jadi kita memberikan itu, sehingga customer kita ya memang berbeda dengan customer-customer yang lain. Jadi dibandingkan yang lain, market share kita naik," kata Agung.
Dengan strategi tersebut, Daihatsu berharap dapat menjaga kinerja penjualan sepanjang 2026 sekaligus mempertahankan pertumbuhan pangsa pasar di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang