Kalender Jawa Sabtu Pon 13 September 2025, Cek Weton Hari Ini Menurut Primbon
Simak penjelasan kalender Jawa hari ini 13 September 2025, dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan Sabtu Pon, 20 Mulud 1959 Dal.
Weton Sabtu Pon yang jatuh pada hari ini diyakini masyarakat Jawa memiliki arti dan perhitungan tersendiri menurut primbon Jawa.
Mengetahui apa weton hari ini bisa menjadi bagian dari pelestarian tradisi yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari menentukan hari baik hingga perhitungan jodoh.
Berikut penjelasan lengkap arti weton hari ini beserta makna neptu dan pasaran menurut primbon Jawa.
Kalender Jawa Hari Ini
Kalender Masehi: 13 September 2025 :
Kalender Hijriah :20 Rabiul Awal 1447 H
Kalender Jawa:20 Mulud 1959 Dal
Weton: : Sabtu Pon
Wuku: Sinta
Mengenal Weton Sabtu Pon
Orang yang lahir pada Sabtu Pon dikenal sebagai salah satu weton dengan neptu 15, hasil penjumlahan angka 9 (Sabtu) dengan 7 (pon).
Menurut Primbon Jawa, orang yang lahir pada weton Weton Sabtu Pon digambarkan memiliki watak Lakuning Banyu, yakni sifat yang menyerupai air.
Air mampu mengalir dengan tenang namun juga bisa deras dan kuat, mencerminkan keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan.
Orang yang lahir pada Sabtu Pon umumnya berkepribadian kuat, teguh pada pendirian, serta mandiri.
Mereka memiliki rasa tanggung jawab tinggi dan jiwa kepemimpinan yang menonjol.
Namun, di balik itu terdapat sisi lain berupa keras kepala dan mudah curiga, yang bisa menjadi tantangan dalam membangun hubungan dengan orang lain.
Dalam hal karier dan rezeki, Sabtu Pon dipercaya mampu membawa keberkahan, bahkan bisa menjadi sumber rezeki bagi orang di sekitarnya.
Namun, keberuntungan ini akan lebih besar apabila neptu ayah atau anak sulungnya berjumlah kurang dari 16.
Pekerjaan yang cocok untuk weton ini cukup beragam, mulai dari arsitek, pelaku seni, ilmuwan, hingga pengusaha.
Bila memilih jalur usaha, bidang yang berkaitan dengan air akan lebih serasi, seperti budidaya ikan, menjadi nelayan, atau usaha lain yang dekat dengan unsur tersebut.
Sementara itu, dalam urusan asmara, Sabtu Pon diyakini cocok menjalin hubungan dengan pemilik neptu 18, 13, atau 8.
Di antaranya adalah mereka yang lahir pada weton Sabtu Pahing, Selasa Legi, Minggu Pon, Senin Kliwon, serta Selasa Wage.
Panduan Hitungan Weton dalam Kalender Jawa
Setiap unsur dalam weton memiliki nilai neptu, yaitu angka tertentu yang melekat pada saptawara dan pancawara.
Dalam sistem penanggalan Jawa, setiap unsur weton memiliki nilai angka yang disebut neptu, yang melekat pada dua komponen: saptawara (hari dalam sepekan) dan pancawara (pasaran Jawa).
Berikut nilai neptu dari masing-masing hari (saptawara): Minggu (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), dan Sabtu (9).
Sedangkan nilai neptu dari pasaran (pancawara) adalah: Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), dan Kliwon (8).
Untuk mengetahui jumlah neptu seseorang, nilai dari hari dan pasaran kelahirannya dijumlahkan.
Misalnya, seseorang yang lahir pada Jumat Pon memiliki total neptu 13, hasil dari Jumat (6) ditambah Pon (7).
Perhitungan neptu ini tidak hanya digunakan untuk mengenal karakter kelahiran, tetapi juga berperan dalam tradisi meramal jodoh, rezeki, hingga menentukan hari mujur.
Selain weton, sistem kalender Jawa juga mengenal wuku, yaitu siklus mingguan yang terdiri atas 30 wuku.
Setiap wuku berlangsung selama tujuh hari dan memiliki nama, simbol, serta penggambaran watak yang khas. Wuku kelahiran seseorang ditentukan berdasarkan tanggal lahirnya dan diyakini turut membentuk kepribadian serta jalan hidup individu tersebut.
Dalam praktik budaya dan adat Jawa, wuku sering digunakan untuk menentukan waktu yang tepat dalam menyelenggarakan hajatan, seperti pernikahan, khitanan, atau upacara adat lainnya.
Hingga kini, sebagian masyarakat Jawa masih memandang kalender tradisional sebagai sesuatu yang sakral.
Weton, neptu, dan pasaran tidak hanya sekadar hitungan hari, melainkan juga cerminan warisan leluhur yang tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.
Memahami kalender Jawa bukan semata untuk mencari ramalan atau pertanda nasib, melainkan bentuk penghormatan terhadap budaya yang diwariskan turun-temurun.
Di dalamnya tersimpan filosofi, nilai kehidupan, serta cara manusia Jawa menjaga harmoni dengan alam dan sesamanya.
Dengan mengenal weton, neptu, dan pasaran, kita diajak untuk lebih dekat dengan kearifan lokal yang membentuk identitas masyarakat Jawa, sekaligus menyadari betapa berharganya warisan budaya tersebut.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.