Kalender Jawa Sepekan 13–19 April 2026, Lengkap dengan Weton dan Neptu
Kalender Jawa hingga kini masih dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai pedoman dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat dan budaya.
Penanggalan ini menggabungkan hari dalam kalender Masehi dengan siklus pasaran Jawa untuk menghasilkan weton. Selain itu, terdapat pula istilah neptu, yaitu nilai angka dari masing-masing hari dan pasaran yang digunakan dalam perhitungan tertentu.
Dalam Kalender Jawa 2026, informasi tersebut disajikan secara lengkap, mulai dari tanggal, weton, hingga nilai neptu yang masih digunakan dalam praktik tradisional.
Berikut kalender Jawa sepekan mulai Senin (13/4/2026) hingga Minggu (19/4/2026).
Mengenal Pasaran, Weton, dan Neptu
Mengutip laman Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pasaran Jawa terdiri dari lima siklus, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Weton merupakan hasil perpaduan antara hari dalam kalender Masehi dengan pasaran Jawa.
Adapun neptu adalah nilai numerik yang melekat pada masing-masing hari dan pasaran, yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai weton.
Sebagai acuan, berikut nilai neptu hari:
- Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9), Minggu (5).
Sementara nilai neptu pasaran adalah:
- Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), dan Kliwon (8).
Kalender Jawa 13–19 April 2026
Berikut rincian kalender Jawa selama satu pekan:
- 13 April 2026: Senin Kliwon, 25 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 4 (Senin) + 8 (Kliwon) = 12
- 14 April 2026: Selasa Legi, 26 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 3 (Selasa) + 5 (Legi) = 8
- 15 April 2026: Rabu Pahing, 27 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 7 (Rabu) + 9 (Pahing) = 16
- 16 April 2026: Kamis Pon, 28 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 8 (Kamis) + 7 (Pon) = 15
- 17 April 2026: Jumat Wage, 29 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 6 (Jumat) + 4 (Wage) = 10
- 18 April 2026: Sabtu Kliwon, 1 Sela 1959 Ja
- Neptu: 9 (Sabtu) + 8 (Kliwon) = 17
- 19 April 2026: Minggu Legi, 2 Sela 1959 Ja
- Neptu: 5 (Minggu) + 5 (Legi) = 10.
Tetap Digunakan dalam Tradisi
Kalender Jawa telah digunakan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga sekarang.
Weton dan neptu kerap dijadikan dasar dalam menentukan hari baik, seperti untuk pernikahan, selamatan, maupun kegiatan adat lainnya.
Selain itu, sistem penanggalan ini juga membantu masyarakat dalam menyesuaikan rencana kegiatan dengan nilai-nilai budaya Jawa yang masih dijunjung tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang