Kalender Jawa Sepekan, 11-17 Maret 2026 Lengkap dengan Weton dan Neptu

Kalender Jawa 2026, Kalender Jawa Sepekan, 11-17 Maret 2026 Lengkap dengan Weton dan Neptu

Sebagian masyarakat masih menggunakan Kalender Jawa untuk menentukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tradisi dan budaya. 

Sistem penanggalan ini menggabungkan hari (dina) dan pasaran untuk menentukan weton, serta dikenal pula istilah neptu, yakni nilai angka dari masing-masing hari dan pasaran.

Kalender Jawa 2026 keluaran Nahdlatul Ulama (NU) memuat lengkap tanggal, pasaran, weton, dan neptunya. 

Hingga kini, kalender ini masih digunakan dalam berbagai tradisi, termasuk menentukan hari baik pernikahan, selamatan, maupun kegiatan adat lainnya.

Apa itu pasaran, weton, dan neptu?

Pasaran Jawa terdiri dari lima siklus utama: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Dilansir dari laman resmi Universitas Airlangga, weton merupakan kombinasi hari dan pasaran.

Sementara neptu adalah angka yang diberikan pada masing-masing hari dan pasaran untuk menghitung weton.

Nilai Neptu Hari dan Pasaran:

  • Neptu Hari: Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9), Minggu (5)
  • Neptu Pasaran: Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8). 

Weton Sepekan 11–17 Maret 2026:

Berdasarkan perhitungan tersebut dan kalender 2026, berikut weton lengkap dengan neptu: 

  • Rabu, 11 Maret 2026: Rabu Pahing, 22 Pasa 1959 Ja
    • Neptu 7 (Rabu) + 9 (Pahing) = 16
  • Kamis, 12 Maret 2026: Kamis Pon, 23 Pasa 1959 Ja
    • Neptu 8 (Kamis) + 7 (Pon) = 15
  • Jumat, 13 Maret 2026: Jumat Wage, 24 Pasa 1959 Ja
    • Neptu 6 (Jumat) + 4 (Wage) = 10
  • Sabtu, 14 Maret 2026: Sabtu Kliwon, 25 Pasa 1959 Ja
    • Neptu 9 (Sabtu) + 8 (Kliwon) = 17
  • Minggu, 15 Maret 2026: Minggu Legi, 26 Pasa 1959 Ja
    • Neptu 5 (Minggu) + 5 (Legi) = 10
  • Senin, 16 Maret 2026: Senin Pahing, 27 Pasa 1959 Ja 
    • Neptu 4 (Senin) + 9 (Pahing) = 13
  • Selasa, 17 Maret 2026: Selasa Pon, 28 Pasa 1959 Ja
    • Neptu 3 (Selasa) + 7 (Pon) = 10. 

Manfaat Weton dan Neptu

Penggunaan weton dan neptu masih populer untuk membantu masyarakat dalam menentukan hari baik untuk berbagai kegiatan tradisional, seperti:

  • Hari baik pernikahan
  • Penentuan selamatan dan ritual adat
  • Perencanaan kegiatan sehari-hari yang tetap menjunjung tradisi Jawa. 

Masyarakat yang tetap memanfaatkan Kalender Jawa biasanya mengombinasikan perhitungan weton dengan kalender Masehi agar kegiatan sehari-hari maupun upacara adat dapat berjalan lancar. 

Neptu juga digunakan dalam perhitungan primbon Jawa, misalnya untuk ramalan atau mencari kecocokan pernikahan.

Dengan kalender yang lengkap, masyarakat dapat merencanakan berbagai kegiatan penting dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang