Kalender Jawa Hari Ini 19 September 2025, Cek Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa
Simak penjelasan kalender Jawa hari ini 18 September 2025, dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan Jumat Wage, 26 Mulud 1959 Dal.
Weton Jumat Wage yang jatuh pada hari ini diyakini masyarakat Jawa memiliki arti dan perhitungan tersendiri menurut primbon Jawa.
Mengetahui apa weton hari ini bisa menjadi bagian dari pelestarian tradisi yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari menentukan hari baik hingga perhitungan jodoh.
Berikut penjelasan lengkap arti weton hari ini beserta makna neptu dan pasaran menurut primbon Jawa.
Kalender Jawa Hari Ini
Kalender Masehi: 19 September 2025 :
Kalender Hijriah :26 Rabiul Awal 1447 H
Kalender Jawa: 26 Mulud 1959 Dal
Weton: : Jumat Wage
Wuku: Landep
Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa
Orang yang lahir pada Jumat Wage dikenal sebagai salah satu weton dengan neptu 10, hasil penjumlahan angka 6 (Jumat) dan 4 (Wage).
Dalam kepercayaan Jawa, orang dengan weton Jumat Wage sering dianggap sebagai sosok yang disegani.
Mereka dikenal gemar menolong sesama, jujur dalam setiap tindakan, serta memiliki ketenangan hati yang membuat banyak orang betah berada di dekatnya.
Tak heran jika mereka kerap dikelilingi banyak teman, sebab kesetiaan dan energi yang mereka pancarkan selalu membawa kenyamanan.
Namun, di balik sisi baik itu, Jumat Wage juga menyimpan watak yang kontras. Ada kalanya mereka bisa berubah menjadi sombong, suka pamer, bahkan mudah tersulut amarah.
Mereka juga bisa bersikap kaku hati, sulit memaafkan bila pernah dikecewakan, hingga terjebak pada sifat suka mengganggu atau berbohong.
Karena sifat ganda inilah, orang Jawa sejak lama meyakini bahwa bayi yang lahir di weton Jumat Wage perlu diruwat.
Tujuannya untuk menghindarkan sang anak dari kesialan yang kerap melekat pada weton ini.
Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa Jumat Wage tetap menyimpan banyak sifat positif. Mereka dermawan, penuh belas kasih, penurut, serta sangat loyal dalam berteman.
Ketika menghadapi kesulitan, mereka hampir selalu mendapat pertolongan, karena banyak orang yang merasa terikat pada kebaikan mereka.
Dalam urusan rumah tangga, orang kelahiran Mangsa Kaso sangat mencintai keluarga. Mereka betah di rumah, pandai mengatur interior, serta penuh kasih kepada anak dan pasangan.
Namun hidup mereka sering kali diwarnai kesulitan—baik dalam ekonomi, pekerjaan, maupun pergaulan.
Meski begitu, keyakinan pada mukjizat Tuhan membuat mereka tetap tegar. Biasanya, di saat paling kritis, selalu ada jalan keluar yang datang tak terduga.
Sayangnya, sifat keras kepala, kurang sabar, dan terburu-buru sering menjadi batu sandungan.
Untuk membantu menyeimbangkan energi mereka, warna dipercaya memiliki pengaruh besar.
Kuning adalah warna yang paling cocok, disusul biru, hijau, cokelat, dan merah.
Warna-warna itu bukan hanya sedap dipandang, tetapi juga memberi ketenangan psikologis bagi pemakainya.
Artikel ini ditulis semata-mata untuk menambah wawasan budaya dan tidak dimaksudkan sebagai acuan mutlak dalam kehidupan sehari-hari.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.