Kalender Jawa Sepekan 6-12 April 2026, Lengkap dengan Weton dan Neptu
Sebagian masyarakat masih menggunakan Kalender Jawa sebagai acuan untuk menentukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tradisi dan budaya.
Sistem penanggalan ini memadukan hari dalam kalender Masehi dengan pasaran Jawa untuk menentukan weton. Selain itu, dikenal pula istilah neptu, yakni nilai angka dari masing-masing hari dan pasaran.
Dalam Kalender Jawa 2026, informasi ini disajikan lengkap, mulai dari tanggal, weton, hingga neptu yang masih digunakan dalam berbagai tradisi masyarakat.
Berikut kalender Jawa sepekan mulai Senin (6/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) lengkap.
Apa itu pasaran, weton, dan neptu?
Dilansir dari laman resmi Universitas Surabaya (Unesa), pasaran Jawa terdiri dari lima siklus utama, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Weton merupakan gabungan antara hari dalam kalender Masehi dengan pasaran Jawa.
Sementara neptu adalah nilai angka yang melekat pada masing-masing hari dan pasaran untuk menghitung weton.
Sebagai acuan, nilai neptu hari adalah:
- Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9), Minggu (5).
Sedangkan nilai neptu pasaran adalah:
- Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), dan Kliwon (8).
Kalender Jawa 6–12 April 2026
Berikut rincian kalender Jawa selama sepekan:
- 6 April 2026: Senin Pon, 18 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 4 (Senin) + 7 (Pon) = 11
- 7 April 2026: Selasa Wage, 19 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 3 (Selasa) + 4 (Wage) = 7
- 8 April 2026: Rabu Kliwon, 20 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 7 (Rabu) + 8 (Kliwon) = 15
- 9 April 2026: Kamis Legi, 21 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 8 (Kamis) + 5 (Legi) = 13
- 10 April 2026: Jumat Pahing, 22 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 6 (Jumat) + 9 (Pahing) = 15
- 11 April 2026: Sabtu Pon, 23 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 9 (Sabtu) + 7 (Pon) = 16
- 12 April 2026: Minggu Wage, 24 Sawal 1959 Ja
- Neptu: 5 (Minggu) + 4 (Wage) = 9.
Masih digunakan dalam tradisi
Kalender Jawa telah digunakan sejak lama dan hingga kini masih menjadi pedoman dalam berbagai aktivitas masyarakat.
Weton dan neptu kerap dimanfaatkan untuk menentukan hari baik, seperti pernikahan, selamatan, maupun kegiatan adat lainnya.
Selain itu, penanggalan ini juga membantu masyarakat dalam menyelaraskan rencana kegiatan dengan nilai-nilai tradisi Jawa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang