Hari Ini Malam Jumat Apa? Cek Weton 26 September 2025 di Kalender Jawa

kalender jawa, malam jumat kliwon, malam jumat apa hari ini, malam Jumat, malam jumat apa kalender jawa, Hari Ini Malam Jumat Apa? Cek Weton 26 September 2025 di Kalender Jawa

Malam ini bertepatan dengan malam Jumat sekaligus memasuki tanggal 3 Bakda Mulud 1959 Dal dalam penanggalan Jawa.

Berbeda dengan kalender Masehi yang menghitung pergantian hari pada pukul 24.00, kalender Jawa memulai hitungan harinya sejak matahari terbenam atau saat waktu surup.

Karena itu, weton yang berlaku malam ini mengikuti weton esok hari dalam kalender Masehi, yaitu Jumat, 26 September 2025.

Waktu surup yang juga dikenal dengan sebutan sandekala dipandang sebagai momen sakral yang sering dikaitkan dengan kehadiran hal-hal gaib.

Selain itu, pergantian hari dalam tradisi Jawa sarat makna spiritual, nilai budaya, serta ajakan untuk melakukan refleksi diri yang mendalam.

Hari Ini Malam Jumat Apa?

Dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, berikut kalender Jawa pada malam jumat ini.

Kalender Masehi: Jumat, 26 September 2025

Kalender Hijriah :4 Rabiul Akhir 1447 H

Kalender Jawa: 3 Bakda Mulud 1959 Dal

Weton: Jumat Legi

Wuku: Wukir

Mereka yang lahir pada Jumat Legi disebut sebagai sanggar waringin atau orang yang bisa dipercaya dan diandalkan.

Hingga kini, kalender Jawa masih sering dijadikan rujukan untuk mengetahui weton dan neptu, terutama bagi masyarakat yang menjaga kesakralan nilai-nilai adat Jawa.

Kalender ini bukan hanya dipakai untuk menentukan hari baik, tetapi juga menjadi pengingat waktu pelaksanaan berbagai tradisi penting yang dianggap sakral.

Salah satu tradisi yang masih dijalankan adalah tahlilan, sebuah kegiatan keagamaan yang lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan.

Tahlilan tidak hanya dilakukan saat ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Di beberapa daerah, kegiatan ini rutin diadakan setiap malam Jumat setelah shalat Magrib atau Isya.

Warga bergantian menjadi tuan rumah, baik di rumah pribadi, mushola kampung, maupun masjid desa.

Acara tahlilan biasanya diawali dengan pembacaan surat Yasin dan doa-doa bersama, kemudian diakhiri dengan menyantap hidangan sederhana yang disiapkan tuan rumah, sambil mendengarkan tausiyah atau nasihat agama.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.