IHSG Makin Anjlok, Bos Danantara Sebut Investor Asing Justru Marak Beli Bersih
Perdagangan IHSG pada hari ini, Senin, 2 Februari 2026, terkoreksi cukup dalam hingga anjlok 406 poin atau 4,88 persen ke level 7.922.
Dimana pada penutupan perdagangan, tercatat volume perdagangan mencapai sebanyak 49,91 miliar dengan nilai Rp 28,98 triliun, dengan 58 saham menguat, 720 saham melemah, dan 36 saham stagnan.
Dengan kondisi tersebut, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, banyak investor asing mulai melakukan aksi beli bersih atau net foreign buy saham-saham Indonesia, khususnya pada sesi I perdagangan hari ini.
Namun, Pandu tak merinci berapa total nilai transaksi dari para investor asing, yang masuk ke pasar modal Indonesia pada sesi I tersebut.
"Meskipun dari sisi trading ini agak menurun, tapi yang positif juga adalah bahwa kita melihat net foreign buy di first half," kata Pandu di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Dia mengaku memperhatikan bahwa para investor ritel itu mulai melakukan aksi beli, utamanya pada saham-saham yang sebelumnya tidak menarik namun memiliki valuasi yang besar.
Dimana menurutnya, saham-saham tersebut dalam beberapa belakangan justru berhasil masuk ke dalam top gainers.
"Banyak saham-saham yang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi. Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu justru malah mengalami net buy dan positif," ujarnya.
Karenanya, Pandu menekankan bahwa para investor harus selalu mengkaji keputusan investasinya secara jangka panjang. Sebab menurutnya, saat ini menjadi momentum yang baik untuk membeli saham dengan fundamental, dan likuiditas emiten yang baik.
"Jadi menurut saya, jangan hanya melihat short term, investasi itu harus memiliki medium to long term. Dan untuk saham-saham yang punya valuasi, fundamental, atau likuiditas yang baik, mungkin ini waktu yang tepat untuk membelinya," ujarnya.