Ketahanan BBM Cuma 25 Hari, Bahlil Sebut Investor Asing Siap Bangun Storage Minyak

Ketahanan BBM Cuma 25 Hari, Bahlil Sebut Investor Asing Siap Bangun Storage Minyak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sudah ada investor dari luar negeri yang akan membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah (crude) di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah ketahanan BBM Indonesia disebut hanya 25–26 hari, lebih rendah dari Jepang selama 254 hari.

Bahlil menegaskan bahwa investor yang akan membangun storage tidak berasal dari Amerika Serikat (AS).

Menurut eks Menteri Investasi/Kepala BKPM tersebut, investasi pembangunan storage akan melibatkan pihak swasta dengan komposisi investor gabungan dari dalam dan luar negeri. 

“Investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ucap dia ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).

Penjelasan Bahlil soal Stok BBM Indonesia 25-26 Hari

Rencana pembangunan fasilitas penyimpanan ini berkaitan dengan kapasitas cadangan energi nasional yang saat ini dinilai masih terbatas. 

Pemerintah menargetkan peningkatan daya tampung agar ketahanan energi Indonesia lebih kuat.

Selama ini, kemampuan penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada pada kisaran 21 hingga 25 hari. 

Meski begitu, pemerintah sedang berupaya menambah kapasitas maksimal penyimpanan minyak dari 25–26 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan.

"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu.

Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat sekitar 22–23 hari. 

Bahlil menekankan, keterbatasan itu bukan karena pasokan tidak tersedia, melainkan ruang penyimpanan yang belum memadai.

“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar informasi mengenai stok BBM tidak disalahartikan sebagai krisis pasokan.

Target Ketahanan BBM Jadi Tiga Bulan

Untuk mengatasi kondisi saat ini, pembangunan storage minyak mentah ditujukan untuk memperluas kapasitas cadangan energi nasional. 

Pemerintah menargetkan peningkatan daya tampung dari sekitar 25 hari menjadi hingga 90 hari atau setara tiga bulan sesuai standar minimum yang menjadi konsensus global.

Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem ketahanan energi nasional, terutama dalam menghadapi fluktuasi pasokan dan ketidakpastian situasi global.

“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) memberikan arahan agar segera bangun (storage). Kita butuh survival. Kalau tidak, nanti kita tergantung terus,” ucap Bahlil.

Ia juga kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan fasilitas tersebut.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan 3 bulan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang