Lirik 'Tak Tunggu Balimu' Beri Kekuatan akibat Perpisahan dari Sasya Arkhisna dan Arya Galih

Lirik 'Tak Tunggu Balimu' Beri Kekuatan akibat Perpisahan dari Sasya Arkhisna dan Arya Galih

LAGU Tak Tunggu Balimu kembali dihadirkan dengan nuansa baru melalui kolaborasi antara Sasya Arkhisna dan Arya Galih. Kehadiran versi terbaru ini memberikan warna segar sekaligus memperkaya perjalanan panjang lagu yang sudah lebih dulu dikenal banyak pendengar. Secara lirik, Tak Tunggu Balimu mengisahkan luka mendalam akibat perpisahan, tapi di balik rasa sakit itu terselip kekuatan untuk tetap tegar dan ikhlas menerima kenyataan. Ada keteguhan hati yang ditunjukkan, seolah mengajarkan bahwa perpisahan bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani dengan lapang dada.

Berikut lirik lengkapnya:

Opo wis tega sliramu

Misahke rasa tresnaku?

Opo penggodhaning tresno

Aku kudu sabar nerimo?

Serahkan saja pada yang di atas sana

Nangiso sedina ping pitu

Yen kuwi keputusanmu

Aku ora bakal nggandholi

Lungamu ninggalke aku

Aku wis lilo yen sliramu lungo

Senajan dhadha ngempet ing loro

Aku ra kuasa menging sliramu

Sing tak jaluk, jujur atimu

Muga sliramu ra cidra

Senajan adoh ning kono

Sliramu tansah gumanthil

Ana ing mripat lan dodo

Budalo, tak tunggu balimu

Maafkanlah, wahai sayangku

Terpaksa meninggalkanmu

Aku tak membenci dirimu

Dan melepaskan cintamu

Kau tahu diriku, ku tahu dirimu

Kita sudah tak sendiri lagi

Kuharap dirimu mengerti diriku

Tak mungkin kita terus begini

Anggap saja semua itu

Sebagai mimpi tidurmu

Lupakanlah masa lalu

Dari semua kenanganmu

Yang lalu, biarlah berlalu

Opo wis tega sliramu

Misahke rasa tresnaku?

Opo penggodhaning tresno

Aku kudu sabar nerimo?

Serahkan saja pada yang di atas sana

Maafkanlah, wahai sayangku

Terpaksa meninggalkanmu

Aku tak membenci dirimu

Dan melepaskan cintamu

Kau tahu diriku, ku tahu dirimu

Kita sudah tak sendiri lagi

Kuharap dirimu mengerti diriku

Tak mungkin kita terus begini

Anggap saja semua itu

Sebagai mimpi tidurmu

Lupakanlah masa lalu

Dari semua kenanganmu

Yang lalu, biarlah berlalu

Apa wis tego sliramu

Misahke roso tresnaku?

Opo penggodhaning tresno

Aku kudu sabar nerimo?

Serahkan saja pada yang di atas sana.(far)