Rekrutmen Dimulai 4 Mei 2026, KKP Buka Lowongan 20 Ribu Awak Kapal untuk Program Modernisasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka rekrutmen besar-besaran awak kapal perikanan (AKP) untuk mendukung program modernisasi armada nasional.
Sekitar 20 ribu tenaga kerja dibutuhkan guna mengoperasikan 1.582 unit kapal perikanan yang akan dibangun secara bertahap hingga 2028.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan kebutuhan tersebut muncul seiring transformasi sektor perikanan tangkap menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.
“Untuk implementasi program ini membutuhkan lebih kurang 20 ribu awak kapal perikanan untuk mengoperasionalkan kapal dan berdampak langsung pada pelibatan lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistemnya,” kata Latif dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026) dikutip dati Antara.
Latif menjelaskan bahwa modernisasi kapal perikanan tidak hanya berfokus pada pembangunan armada, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia (SDM). Kapal modern membutuhkan awak dengan keterampilan teknis yang memadai.
Berapa kebutuhan tenaga kerja yang disiapkan?
KKP mencatat total kebutuhan awak kapal mencapai 20.094 personel. Kebutuhan ini dibagi berdasarkan ukuran kapal yang akan dioperasikan.
Rinciannya meliputi:
- Sekitar 10 ribu personel untuk kapal ukuran 30 gross ton (GT)
- 9.469 personel untuk kapal ukuran 200 GT
- 625 personel untuk kapal ukuran 500 GT.
Sementara berdasarkan jabatan, kebutuhan terdiri atas:
- 1.582 nakhoda
- 577 fishing master
- 1.582 kepala kamar mesin (KKM)
- 4.935 perwira
- 11.418 anak buah kapal (ABK).
KKP berharap kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh lulusan sekolah pelayaran dan politeknik perikanan di Indonesia.
Kapan jadwal rekrutmen dilakukan?
KKP telah menetapkan tahapan rekrutmen secara bertahap sepanjang 2026. Proses dimulai dengan pendaftaran yang dibuka pada 4 Mei hingga 4 Juni 2026.
Selanjutnya, hasil seleksi akan diumumkan pada 27 Juli 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Setelah itu, penempatan awak kapal dijadwalkan berlangsung pada 1 November hingga 23 Desember 2026.
Bagaimana konsep program modernisasi kapal?
Program modernisasi ini mencakup pembangunan 1.582 unit kapal perikanan dengan berbagai ukuran. Rinciannya adalah:
- 1.000 kapal ukuran 30 GT
- 557 kapal ukuran 200 GT
- 20 kapal ukuran 500 GT
- 5 kapal pengangkut ukuran 500 GT.
Kapal berukuran kecil (30 GT) akan diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih dan dikelola oleh koperasi desa atau kelurahan.
Sementara itu, kapal berukuran besar akan digunakan untuk operasi penangkapan ikan di laut lepas bersama badan usaha milik negara (BUMN) sektor perikanan, yaitu Agrinas Jaladri Nusantara.
Program ini juga mendapat dukungan internasional. Dalam kunjungan kenegaraan ke London pada 20 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan adanya dukungan dari pemerintah Inggris untuk pembangunan kapal penangkap ikan.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari kesepakatan investasi sektor maritim senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 91,6 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang