Lowongan Kerja Luar Negeri 2025: 351.000 Loker Dibuka, Banyak Dibutuhkan Tenaga Kesehatan dan Hospitality

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Mukhtarudin mengatakan, sekitar 351.000 lowongan kerja (loker) di luar negeri masih kosong.
Pernyataan itu disampaikan saat Mukhtarudin mengunjungi Poltekkes Kemenkes di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/11/2025).
Kosongnya ribuan lowongan ini menunjukkan besarnya peluang bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri.
Mukhtarudin menjelaskan, lowongan yang belum terisi mencakup berbagai sektor, seperti kesehatan, manufaktur, pekerja domestik, serta 4P (perikanan, perkebunan, peternakan, dan pertanian).
Selain itu, masih tersedia pekerjaan di bidang hospitality, jasa lainnya, konstruksi, komunikasi, niaga dan periklanan, retail, administrasi dan keuangan, serta IT.
“Peluang kerja di luar negeri terbuka lebar, berdasarkan data SISKO yang sudah kami profiling, ada 351.407 jumlah lowongan kerja di luar negeri,” ujar Mukhtarudin dikutip dari , Jumat (28/11/2025).
“Ini ada berbagai macam kejuruan, ada kesehatan hingga domestik, dan ini tersebar di negara-negara seperti Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, Turki, Bulgaria, Brunei Darussalam, dan Italia,” tambahnya.
Baru 19 persen lowongan kerja yang terisi
Lebih lanjut, Mukhtarudin menyampaikan, baru 19 persen atau sekitar 68.877 orang yang mengisi lowongan kerja di luar negeri hingga Kamis (27/11/2025).
Artinya, masih tersisa 284.530 lowongan atau sekitar 81 persen yang kosong.
Ia menambahkan, Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan dari sisi permintaan tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi dasar.
Namun, kesiapan dari sisi suplai masih terbatas karena SDM belum siap secara skill.
Mukhtarudin juga menyampaikan, Oman menjadi salah satu negara di Timur Tengah yang membutuhkan banyak tenaga kesehatan.
Informasi ini diperoleh setelah Mukhtarudin menggelar pertemuan dengan Duta Besar Oman baru-baru ini.
“Mereka juga membutuhkan banyak tenaga-tenaga perawat, Timur Tengah. Artinya, peluang-peluang kerja yang sangat terbuka ini harus kita tangkap, tahun depan pasti ini akan semakin banyak,” katanya.
Mukhtarudin juga menuturkan, lapangan kerja di dalam negeri masih terbatas dan jumlahnya tidak sebanding dengan lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya.
Hal ini menjadi tantangan karena setiap lulusan perguruan tinggi pasti mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Pemerintah targetkan 500.000 pekerja ke luar negeri
Sebelumnya, Mukhtarudin menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan strategi untuk memenuhi kebutuhan SDM melalui program SMK Go Global.
Program ini bertujuan menyiapkan pekerja agar siap bekerja di luar negeri sekaligus menekan angka pengangguran di Indonesia.
Indonesia juga menyiapkan SDM dengan keterampilan sesuai kebutuhan negara tujuan.
Mukhtarudin menargetkan 500.000 pekerja akan dikirim ke luar negeri pada 2026.
Jenis pekerja yang dikirim meliputi caregiver, welder atau juru las, hingga tenaga di sektor hospitality.
“Butuh kemampuan bahasa, nah ini yang kita genjot sekarang. Dari demand itu, paling enggak 70-80 persen kita isi, ini kan baru 20 persen,” ujar Mukhtarudin di Kantor Kemenko PM, Jakarta dikutip dari , Selasa (18/11/2025).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang