Top 5+ Iklan Lowongan Kerja yang Sering Jadi Target Penipuan Versi Jobstreet 2025
SEEK, perusahaan induk Jobstreet, mengungkap bahwa Indonesia menjadi hotspot penipuan lowongan kerja terbesar.
Indonesia menyumbang 38 persen dari seluruh upaya penipuan di Asia Pasifik dan 62 persen dari total penipuan lowongan kerja di kawasan Asia.
Sementara itu, posisi kedua diduduki oleh Filipina dengan porsi 20 persen dari upaya penipuan di Asia Pasifik.
Temuan tersebut didapat setelah sistem deteksi penipuan SEEK menemukan pola yang unik selama Juli 2024-Juni 2025.
Menurut SEEK, pelaku penipuan menunjukkan strategi penargetan yang canggih dan berbeda-beda, baik di Australia dan Selandia Baru (ANZ) dengan enam negara di Asia tempat SEEK beroperasi, yakni Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Analisis SEEK didasarkan pada data deteksi penipuan internal milik di seluruh platformnya pada kawasan Asia Pasifik, termasuk Jobstreet dan Jobsdb.
“Kami melihat para penipu ini menjadi semakin canggih dalam menargetkan tiap pasar yang berbeda,” ungkap Tom Rhind, Head of Trust and Safety SEEK, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/11/2025).
“Mereka menyesuaikan pendekatan mereka untuk setiap pasar, dengan menargetkan jenis pekerjaan dan industri di mana mereka tahu para pencari kerja berada di posisi paling rentan,” tambahnya.
Selain itu, SEEK juga mengungkap beberapa kategori iklan lowongan kerja yang kerap menjadi target penipuan di Indonesia.
5 Iklan Loker yang Sering Jadi Target Penipuan
Berdasarkan catatan SEEK hingga Oktober 2025, lima bidang pekerjaan yang sering menjadi target penipuan adalah:
- Administration and office support (39,36 persen)
- Manufacturing, transport, and logistics (21,06 persen)
- Retail and consumer products (12,23 persen)
- Trades and services (7,98 persen)
- Hospitality and tourism (5,74 persen).
Berdasarkan data tersebut, data SEEK menunjukkan bahwa dalam kategori pekerjaan administration and office support di Indonesia, penipuan lowongan paling banyak ditemukan pada peran seperti admin toko online, admin e-commerce, dan data entry.
Sementara itu, pada kategori manufacturing, transport, and logistics, penipuan lowongan kerja kerap menargetkan posisi operasional gudang, seperti staf gudang.
“Posisi administration and office support memang sangat rentan karena biasanya tidak menuntut gelar khusus atau pengalaman yang mendalam,” ujar Rhind.
“Posisi di bidang sales juga menunjukkan pola serupa karena sering menjanjikan pekerjaan cepat dan penghasilan berbasis komisi yang tentu menarik bagi para pencari kerja yang sangat membutuhkan pemasukan,” tambahnya.
Rhind mengatakan, jika digabungkan, kategori-kategori tingkat entry-level tersebut menciptakan kelompok calon korban yang lebih besar.
Hal ini mempermudah para pelaku penipuan untuk semakin menebar penipuan lowongan kerja yang terlihat meyakinkan.
Langkah SEEK Cegah Penipuan Iklan Loker
Terkait temuan iklan loker, SEEK berusaha mencegah timbulnya korban dengan menerapkan kontrol utama yang bertujuan mencegah perekrutan yang bersifat eksploitatif dan perbudakan modern.
Langkah perlindungan pertama dimulai dari proses pendaftaran perekrut (hirer onboarding).
Pada tahap ini, tim Trust and Safety SEEK melakukan pengecekan mendalam untuk memastikan legalitas perekrut.
Langkah berikutnya melakukan moderasi konten yang mencakup pemindaian otomatis terhadap seluruh iklan lowongan.
Konten yang terdeteksi mencurigakan akan diteruskan ke tim spesialis untuk ditinjau secara manual.
Platform ini juga memberdayakan para kandidat melalui fitur pelaporan untuk melaporkan langsung iklan lowongan pekerjaan yang mencurigakan.
Berbagai langkah perlindungan ini menunjukkan hasil yang signifikan selama tahun fiskal 2025 sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025.
Sistem SEEK telah memindai 100 persen dari 4,3 juta iklan lowongan yang diunggah di seluruh Asia Pasifik (APAC) dengan delapan persen di antaranya diteruskan untuk pemindaian secara manual.
SEEK juga mencegah sekitar 3.600 perekrut yang tidak lolos penilaian proses onboarding agar tidak masuk ke dalam platform SEEK, menutup sekitar 650 akun perekrut yang terindikasi penipuan atau berisiko tinggi, serta menghapus hampir 2.800 iklan lowongan pekerjaan berisiko tinggi setelah melalui investigasi lebih lanjut.
Para kandidat di platform SEEK juga berperan aktif dengan melaporkan sekitar 22.000 iklan lowongan yang terduga penipuan atau scam yang kemudian ditinjau oleh tim khusus Trust and Safety SEEK.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.