Catat, 6 Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari
Memakai sunscreen merupakan rutinitas harian yang sangat penting karena tidak hanya ampuh memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dengan menangkal paparan radiasi ultraviolet, tetapi juga mencegah risiko penyakit kanker kulit.
Kendati demikian, tidak semua kandungan sunscreen diciptakan setara atau cocok untuk setiap individu. Selain itu, ada juga kandungan yang berbahaya untuk kulit, terlepas dari tipenya. Apa saja?
Kandungan sunscreen yang harus dihindari
1. Retinyl palmitate
Dilansir dari Byrdie, Rabu (10/6/2026), retinyl palmitate sebenarnya merupakan turunan dari vitamin A yang dikenal bertindak sebagai antioksidan kuat. Biasanya, senyawa ini sangat disukai dalam berbagai rutinitas kecantikan.
Namun, masalah baru akan timbul ketika bahan tersebut menempel pada permukaan kulit, lalu berinteraksi langsung dengan terik matahari.
Berdasarkan sejumlah uji coba pada hewan, paparan cahaya terang justru memicu pembentukan radikal bebas. Hal tersebut tentu bertolak belakang dengan fungsi asli antioksidan yang diharapkan.
"Bentuk vitamin A ini ditambahkan ke sunscreen sebagai antioksidan. Namun, ini berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit saat terpapar sinar matahari," ujar dermatolog Aanand Geria.
2. Avobenzone
Senyawa berikutnya yang patut dicermati adalah avobenzone. Dermatolog Brendan Camp menjelaskan karakteristik bahan yang kerap digunakan pada pelindung kulit tersebut.
"Avobenzone adalah bahan yang dimasukkan dalam chemical sunscreen. Bahan ini tidak stabil saat terpapar cahaya," ucap dia.
Alhasil, avobenzone sering dipasangkan dengan bahan lain untuk mempertahankan kemanjurannya dalam melindungi kulit dari radiasi ultraviolet (UV).
"Avobenzone telah dilaporkan sebagai kemungkinan penyebab dermatitis kontak alergi," lanjut dr. Camp.
3. Oxybenzone dan octinoxate
Ilustrasi sunscreen.
Selain berdampak pada kulit manusia, beberapa komposisi juga dinilai kurang ramah lingkungan. Misalnya saja oxybenzone dan octinoxate.
Dermatolog sekaligus ahli bedah Mohs, dr. Tiffany Libby, menuturkan bahwa oxybenzone alias benzofenon-3, pernah "dinobatkan" sebagai penyebab alergi utama pada tahun 2014, serta sering memicu dermatitis kontak akibat cahaya.
"Ketika berada pada tingkat yang efektif, filter UV kimia tertentu, yaitu oxybenzone dan octinoxate, telah ditemukan berdampak negatif pada terumbu karang dan berkontribusi pada pemutihan karang," kata dia.
Jika ingin berenang di laut, sunscreen yang aman untuk terumbu karang adalah yang mengandung penghalang mineral seperti zinc oxide atau titanium dioksida, yang dianggap lebih aman untuk terumbu karang.
Sebagai panduan, banyak produk kini melampirkan label aman bagi terumbu karang untuk memudahkan konsumen.
4. Homosalate
Homosalate cukup sering ditemukan dalam deretan produk penangkal sinar matahari untuk mengadang penyerapan radiasi paling merusak.
Sayangnya, senyawa ini membawa risiko sebagai pengganggu sistem endokrin yang dapat merusak stabilitas hormon di dalam tubuh.
"Homosalate telah dikaitkan dengan alergi kulit dan gangguan hormon," papar dr. Geria.
Ilustrasi sunscreen untuk perjalanan jauh
5. Methylisothiazolinone
Banyak produsen memasukkan methylisothiazolinone karena kehebatannya sebagai bahan pengawet.
Meskipun efektif memperpanjang umur simpan sebuah produk, zat ini bukanlah opsi ideal bagi kamu yang memiliki kulit rentan.
"Bahan ini dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif," ucap dr. Geria.
6. Pewangi
Wewangian buatan merupakan salah satu pemicu alergi yang cukup umum. Oleh karena itu, memastikan tidak ada kandungan parfum dalam sunscreen sangatlah penting.
"Mereka yang memiliki kulit sensitif sebaiknya menggunakan sunscreen berbahan dasar mineral daripada chemical sunscreen, karena chemical sunscreen juga bisa menjadi alergen," tambah dermatolog dr. Karen Kagha.
Mengingat chemical sunscreen dapat memicu reaksi alergi, para ahli sepakat bahwa formulasi mineral adalah alternatif paling tepat bagi pemilik kulit rewel.
Kandungan seperti zinc oxide dan titanium dioksida diakui secara luas sebagai bahan yang aman, serta bekerja sangat optimal.
Oleh sebab itu, opsi berbasis mineral selalu direkomendasikan sebagai proteksi andalan, asalkan kamu konsisten menyeleksi label untuk menghindari zat-zat bermasalah di atas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang