Rahasia di Balik Bau Prengus Daging Kambing, Ini 6 Penyebabnya

Daging kambing.
Daging kambing.

Daging kambing dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang memiliki cita rasa khas dan banyak diolah menjadi berbagai menu favorit. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga sop kambing, semuanya kerap menjadi hidangan andalan di berbagai acara keluarga maupun perayaan tertentu. 

Namun di balik kelezatannya, banyak orang masih mengeluhkan aroma prengus yang cukup kuat pada daging kambing. Scroll untuk info lebih lanjut... 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak sedikit orang yang akhirnya memilih menghindari olahan kambing karena menganggap aromanya terlalu menyengat. Padahal, bau khas tersebut sebenarnya bukan pertanda daging rusak atau tidak layak konsumsi. 

Aroma prengus pada daging kambing ternyata dipengaruhi oleh sejumlah faktor alami, mulai dari hormon hewan, kandungan lemak, usia kambing, hingga cara penanganan setelah penyembelihan. Jika diolah dengan benar, bau tersebut sebenarnya dapat dikurangi secara signifikan.

Lalu, apa saja penyebab daging kambing memiliki aroma khas yang kuat? Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum pada Jumat, 29 Mei 2026.

1. Kandungan Lemak Khusus pada Daging Kambing

Salah satu penyebab utama bau prengus pada daging kambing berasal dari kandungan lemaknya. Daging kambing memiliki senyawa asam lemak tertentu yang menghasilkan aroma khas atau sering disebut “gamey smell”. 

Senyawa tersebut umumnya lebih banyak ditemukan pada bagian lemak kambing. Karena itu, aroma prengus biasanya akan semakin kuat jika daging masih menyimpan banyak lemak putih yang menempel. Inilah alasan mengapa banyak orang memilih membuang sebagian lemak sebelum memasak daging kambing agar aromanya tidak terlalu menyengat.

2. Pengaruh Hormon pada Kambing Jantan

Kambing jantan diketahui memiliki aroma lebih kuat dibanding kambing betina. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon dan feromon alami pada tubuh hewan tersebut.

Kambing jantan yang sudah dewasa umumnya menghasilkan bau lebih tajam, terutama jika belum dikebiri. Aroma ini dapat menempel pada kulit maupun lapisan lemak sehingga memengaruhi bau daging setelah disembelih. Karena itu, daging kambing muda biasanya memiliki aroma yang lebih ringan dan lebih mudah diolah menjadi berbagai masakan.

3. Faktor Usia Kambing

Usia kambing juga sangat memengaruhi aroma dan tekstur daging. Semakin tua usia kambing, aroma prengusnya biasanya semakin kuat. Selain itu, kambing tua cenderung memiliki tekstur daging yang lebih alot dibanding kambing muda. Sebaliknya, kambing muda memiliki rasa yang lebih lembut dan aroma yang tidak terlalu tajam sehingga lebih disukai sebagian orang.

Dalam dunia kuliner internasional, daging kambing muda bahkan sering dianggap memiliki cita rasa yang lebih ringan dan mudah diterima lidah.

4. Pengaruh Pakan dan Lingkungan

Apa yang dimakan kambing ternyata juga berpengaruh terhadap aroma dagingnya. Jenis pakan tertentu dapat memunculkan aroma khas yang lebih kuat pada daging.

Kambing yang banyak mengonsumsi rumput liar atau tanaman dengan aroma tajam biasanya menghasilkan daging dengan bau lebih kuat. Selain itu, kondisi kandang dan kebersihan lingkungan tempat hewan dipelihara juga ikut memengaruhi kualitas aroma daging.

Itulah sebabnya kualitas daging kambing dari setiap peternakan bisa berbeda meski berasal dari jenis kambing yang sama.

5. Proses Penyembelihan yang Kurang Tepat

Bau prengus juga bisa semakin kuat akibat proses penyembelihan dan penanganan daging yang kurang bersih. Jika proses pengulitan tidak dilakukan dengan benar, aroma dari kulit atau kelenjar kambing dapat berpindah ke daging.

Selain itu, darah yang tidak keluar sempurna saat penyembelihan juga dapat memengaruhi aroma daging. Penyimpanan yang kurang higienis atau suhu yang tidak tepat juga dapat membuat bau semakin menyengat. Karena itu, proses penanganan setelah penyembelihan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas daging kambing.

6. Cara Memasak yang Kurang Tepat

Banyak orang mengira semua daging kambing pasti bau prengus. Padahal, teknik memasak sangat menentukan aroma akhir masakan. Daging kambing umumnya membutuhkan rempah-rempah kuat seperti jahe, kunyit, ketumbar, serai, hingga lada untuk membantu menyamarkan aroma khasnya.

Selain itu, marinasi menggunakan jeruk nipis, lemon, nanas, atau cuka juga sering dilakukan untuk membantu mengurangi bau prengus. Metode memasak perlahan seperti merebus atau slow cooking juga dinilai efektif membuat aroma kambing lebih lembut sekaligus membuat tekstur daging menjadi empuk.

Tips Mengurangi Bau Prengus Daging Kambing

Agar olahan daging kambing terasa lebih nikmat, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, antara lain:

Buang lemak berlebih sebelum dimasak

Gunakan rempah-rempah aromatik

Marinasi daging dengan bahan asam

Jangan mencuci daging terlalu lama

Gunakan teknik memasak perlahan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pilih daging kambing muda jika memungkinkan

Pengolahan yang tepat, membuat aroma prengus pada daging kambing bisa dikurangi secara signifikan. Bahkan, banyak orang justru menyukai cita rasa khas kambing karena memberikan sensasi gurih yang berbeda dibanding daging sapi atau ayam.