Apa Manfaat Gymnastics untuk Anak? Orangtua Atlet Cilik Ini Cerita Pengalamannya

Gymnastics menjadi salah satu olahraga yang cukup banyak diminati anak-anak karena melibatkan berbagai gerakan aktif dan menyenangkan.
Tak hanya melatih fisik, olahraga ini juga dinilai dapat membantu perkembangan motorik dan kedisiplinan anak sejak dini.
Hal tersebut dirasakan Yossy Pramitha saat mendampingi putranya, Partha Wardhana Darmawan, yang mulai menekuni gymnastics sejak usia balita.
Menurut Yossy, ketertarikan Partha pada gymnastics muncul sejak usia 2 tahun.
Saat itu, Partha sering melihat sang kakak yang lebih dulu mengikuti latihan gymnastics.
"Dari saat itu saat melihat partha punya ketertarikan dan bakat di gymnastics karna dari polo gerak, kordinasinya, dan mengerti intruksi," ujar Yossy saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Seiring waktu, Yossy mulai melihat perkembangan pada diri anaknya, baik dari sisi fisik maupun kebiasaan sehari-hari.
Membantu Perkembangan Motorik Anak
Sebagai mantan atlet gymnastics, Yossy menilai olahraga ini membantu meningkatkan koordinasi gerak dan kemampuan motorik anak.
Menurutnya, sejak rutin berlatih, Partha menjadi lebih aktif dan memiliki kontrol gerakan tubuh yang lebih baik untuk anak seusianya.
“Perubahan yang paling terasa pasti di kondisi fisik, pola gerak, dan motoriknya,” kata Yossy.
Gymnastics memang dikenal sebagai olahraga yang melibatkan hampir seluruh bagian tubuh.
Anak dilatih untuk menjaga keseimbangan, kelenturan, kekuatan otot, hingga koordinasi gerakan.
Karena itu, olahraga ini kerap dikenalkan sejak usia dini dengan latihan yang disesuaikan kemampuan anak.
Melatih Disiplin dan Tanggung Jawab
Tak hanya berdampak pada fisik, Yossy juga melihat perubahan dalam sikap dan kebiasaan Partha sehari-hari.
Meski masih berusia 4 tahun, Partha mulai memahami rutinitas dan jadwal kegiatannya sendiri.
“Dia sudah tahu kapan waktunya latihan, sekolah, dan kegiatan lainnya,” tutur Yossy.
Menurutnya, latihan rutin secara tidak langsung membantu anak belajar disiplin dan bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dijalani.
Kini, keseharian Partha diisi dengan berbagai aktivitas mulai dari sekolah, latihan gymnastics, belajar, hingga les mengaji.
Partha mulai tertarik gymnastics sejak usia 2 tahun. Kini, di usia 4 tahun, ia sudah rutin latihan dua kali sehari.
Orangtua Tetap Jaga Anak Tidak Tertekan
Meski aktif mengikuti latihan dan kompetisi gymnastics, Yossy mengatakan dirinya tetap berusaha menjaga agar anak merasa nyaman menjalani proses tersebut.
Salah satu cara yang dilakukan adalah memberikan reward sederhana untuk menjaga semangat anak saat latihan.
“Kami biasanya kasih hadiah kecil seperti makanan atau mainan yang dia suka supaya tetap semangat,” ujarnya.
Yossy juga memahami bahwa anak seusia Partha masih memiliki keinginan besar untuk bermain.
Karena itu, ia memilih mendampingi dengan pendekatan yang lebih santai dan tidak memaksa.
“Kami lebih mengarahkan saja, bukan memberi tekanan,” kata dia.
Bagi Yossy, hal terpenting adalah memastikan anak tetap menikmati proses latihan dan tumbuh dengan baik sesuai usianya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang