Ricuh di Arena Pencak Silat SEA Games 2025, Ofisial Malaysia Murka Usai Wakilnya Kalah dari Thailand

Kericuhan Pecah Usai Laga Pencak Silat Malaysia vs Thailand di SEA Games 2025
Kericuhan Pecah Usai Laga Pencak Silat Malaysia vs Thailand di SEA Games 2025

 Kericuhan mewarnai pertandingan cabang olahraga pencak silat SEA Games 2025 saat pesilat Malaysia berhadapan dengan wakil tuan rumah Thailand di Impact Arena, Muang Thong Thani, Bangkok, Selasa 16 Februari 2025.

Insiden ini bermula dari laga ketat antara pesilat Malaysia Nor Farah melawan atlet Thailand yang berakhir dengan skor imbang 60–60. Ketegangan meningkat ketika wasit memutuskan kemenangan untuk pesilat tuan rumah melalui mekanisme tie breaker atau penentuan pemenang saat skor seri.

Dalam penilaian wasit dan juri, Nor Farah dianggap melakukan lebih banyak pelanggaran dibandingkan lawannya sehingga Thailand dinyatakan sebagai pemenang. Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari kubu Malaysia.

Sejumlah ofisial dan pelatih tim Malaysia melayangkan protes keras di pinggir arena. Mereka menilai keputusan wasit tidak adil dan merugikan atletnya, terutama karena laga berlangsung di hadapan publik tuan rumah.

Situasi semakin memanas ketika beberapa anggota ofisial Malaysia dilaporkan terlibat aksi penyerangan terhadap wasit dan ofisial pertandingan. Aparat keamanan yang berjaga di sekitar arena segera turun tangan untuk meredam kericuhan dan mencegah situasi semakin tidak terkendali.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari panitia SEA Games 2025 maupun federasi pencak silat terkait insiden tersebut, termasuk kemungkinan sanksi bagi pihak yang terlibat.

Kericuhan tersebut langsung menyedot perhatian karena terjadi di tengah pelaksanaan SEA Games 2025, ajang olahraga multievent terbesar di Asia Tenggara.