Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit

kuman, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit, 1. Uang tunai, 2. Menu restoran, 3. Layar sentuh di tempat umum, 4. Benda-benda di bandara, 5. Spons dapur dan talenan, 6. Pulpen dan benda di rumah sakit

 Ukuran kuman yang tidak terlihat oleh mata telanjang, membuat banyak orang tidak menyadari banyaknya kuman yang menempel di benda-benda yang disentuh setiap hari. Padahal, tangan menjadi salah satu media paling mudah untuk memindahkan bakteri, virus, dan mikroorganisme lain ke tubuh.

Mulai dari uang tunai sampai benda-benda di bandara, berikut enam benda yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan ketika disentuh, sebaiknya segera diikuti dengan kebiasaan mencuci tangan.

Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini

1. Uang tunai

kuman, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit, 1. Uang tunai, 2. Menu restoran, 3. Layar sentuh di tempat umum, 4. Benda-benda di bandara, 5. Spons dapur dan talenan, 6. Pulpen dan benda di rumah sakit Meski transaksi digital makin umum digunakan, uang tunai masih jadi alat pembayaran sah yang banyak digunakan. Umur edar uang yang panjang dan terus berpindah-pindah tangan tanpa pernah disterilkan, membuat uang menjadi salah satu benda yang paling mudah terkontaminasi.

2. Menu restoran

kuman, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit, 1. Uang tunai, 2. Menu restoran, 3. Layar sentuh di tempat umum, 4. Benda-benda di bandara, 5. Spons dapur dan talenan, 6. Pulpen dan benda di rumah sakit

Ilustrasi Menu Restoran

Saat makan di restoran, banyak orang fokus pada kebersihan makanan, tetapi lupa pada benda pertama yang mereka pegang sebelum makan, yakni menu restoran itu sendiri.

Menurut penelitian dari University of Arizona, menu restoran mengandung sekitar 185.000 organisme bakteri sebab menu terus berpindah dari satu pelanggan ke pelanggan lain sepanjang hari.

Meskipun saat ini sudah banyak restoran yang berpindah ke menu digital yang bisa diakses melalui ponsel, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan tetap bisa rutin dilakukan demi membantu mengurangi risiko perpindahan kuman dari sumber lain ke tubuh.

3. Layar sentuh di tempat umum

kuman, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit, 1. Uang tunai, 2. Menu restoran, 3. Layar sentuh di tempat umum, 4. Benda-benda di bandara, 5. Spons dapur dan talenan, 6. Pulpen dan benda di rumah sakit

Ilustrasi Layar Sentuh di Tempat Umum

Di era digital ini, layar sentuh dimanfaatkan di berbagai tempat, sebagai mesin pembayaran, mesin registrasi, sampai mesin pemesanan. Sayangnya, layar sentuh juga menjadi titik berkumpulnya kuman.

Menurut dermatolog dr. Katy Burris dikutip dari Reader’s Digest, layar kios di bandara dan area transportasi umum termasuk yang paling rentan karena disentuh oleh banyak orang dalam waktu singkat. Ponsel juga tidak kalah kotor, terlebih jika sering dipinjamkan atau digunakan bergantian dengan orang lain.

“Sekadar mencuci tangan dengan sabun dan air akan mengurangi penularan patogen ini,” jelas dr. Katy.

4. Benda-benda di bandara

kuman, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit, 1. Uang tunai, 2. Menu restoran, 3. Layar sentuh di tempat umum, 4. Benda-benda di bandara, 5. Spons dapur dan talenan, 6. Pulpen dan benda di rumah sakit

Ilustrasi Bandara

Bandara menjadi tempat dengan lalu lintas manusia yang sangat tinggi. Dengan banyaknya orang yang singgah dan berlalu-lalang, hampir semua permukaan umum di bandara berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kuman.

Bahkan, baki plastik yang kerap digunakan untuk penyimpanan benda ketika pemeriksaan keamanan pun perlu diwaspadai.

Baki tersebut menjadi tempat bagi orang-orang menaruh sepatu, koper, dan barang pribadi mereka secara bergantian. Penelitian yang dipublikasikan di BMC Infectious Diseases menemukan adanya kontaminasi pada baki pemeriksaan keamanan bandara.

5. Spons dapur dan talenan

kuman, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit, 1. Uang tunai, 2. Menu restoran, 3. Layar sentuh di tempat umum, 4. Benda-benda di bandara, 5. Spons dapur dan talenan, 6. Pulpen dan benda di rumah sakit

Ilustrasi Spons Dapur

Dapur memang identik dengan kebersihan, tetapi area ini justru bisa jadi tempat berkembangnya banyak bakteri, terutama jika bersentuhan langsung dengan bahan makanan yang mentah.

Reader’s Digest menuliskan kalau sebuah penelitian menemukan adanya 326 spesies bakteri berbeda yang hidup di spons dapur bekas pakai. Spons yang lembap dan sering terkena sisa makanan ini membuat bakteri jadi lebih mudah untuk berkembang biak.

Selain spons, talenan yang dipakai memotong bahan mentah juga perlu diperhatikan. dr. Katy menyarankan untuk selalu mencuci tangan setelah memegang daging mentah dan sebelum menyiapkan makanan lain agar bakteri tidak menyebar silang ke bahan makanan berbeda.

6. Pulpen dan benda di rumah sakit

kuman, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit, 1. Uang tunai, 2. Menu restoran, 3. Layar sentuh di tempat umum, 4. Benda-benda di bandara, 5. Spons dapur dan talenan, 6. Pulpen dan benda di rumah sakit

Ilustrasi Pulpen

Rumah sakit, terutama ruang praktik dokter memang identik dengan kebersihan, tetapi banyaknya pasien yang keluar masuk setiap hari membuat benda-benda di dalamnya rentan dipenuhi kuman.

Menurut Reader’s Digest, pulpen yang kerap digunakan oleh pasien atau keluarga untuk mengisi daftar hadir menjadi salah satu benda paling kotor di rumah sakit.

Setelah membaca enam daftar benda yang perlu diperhatikan, rupanya ada banyak benda sehari-hari yang luput dari perhatian.

Oleh karena itu, sebaiknya mencuci tangan dilakukan dengan rutin selepas bersentuhan dengan segala jenis benda yang juga kerap disentuh orang lain.

Dikutip dari Reader’s Digest, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyarankan penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol jika mencuci tangan dengan air dan sabun sulit untuk dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang