4 Tanda Kualitas Tidur Terganggu akibat Stres, Termasuk Mimpi Buruk
Waktu tidur di malam hari seharusnya dimanfaatkan tubuh tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Namun, bagi banyak orang, kondisi stres membuat tidur terasa semakin sulit.
Gangguan ini tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Stres dapat muncul dalam berbagai bentuk saat tidur, mulai dari susah terlelap hingga mimpi buruk. Berikut empat tanda stres yang bisa merusak kualitas tidur kamu.
4 Tanda kualitas tidur terganggu akibat stres
1. Insomnia
Salah satu efek paling umum dari stres adalah insomnia, yaitu kesulitan tidur di malam hari.
“Ketika seseorang mengalami stres, otak tetap aktif dan sulit beristirahat. Inilah yang membuat banyak orang sulit untuk memejamkan mata meski tubuh sudah lelah,” kata Phil Gehrman, profesor psikologi klinis di University of Pennsylvania, dilansir dari Huff Post, Senin (22/0/2025).
Gehrman menambahkan, insomnia bukan sekadar gangguan tidur biasa. Penelitian menunjukkan bahwa insomnia dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan hingga penyakit serius seperti stroke.
Inilah sebabnya, jika stres membuat tidur terganggu berulang kali, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh.
2. Mimpi buruk atau nightmares
Mimpi buruk sering kali muncul saat pikiran kita penuh dengan beban. Menurut dokter spesialis tidur di Weill Cornell Medicine New York, Dr. Daniel Barone, mimpi buruk dapat dipicu oleh kondisi mental seperti stres, kecemasan, atau depresi.
“Pernahkah kamu bermimpi lupa membawa paspor sebelum perjalanan penting? Atau bermimpi sedang bekerja saat sedang dikejar deadline? Itu biasanya terkait dengan stres yang kamu alami,” jelasnya.
Ia menambahkan, mimpi buruk juga bisa muncul akibat kondisi fisik seperti sleep apnea. Misalnya, orang dengan gangguan napas saat tidur kadang bermimpi sedang tenggelam dan kesulitan bernapas.
3. Mengalami parasomnia
Stres juga bisa memicu parasomnia, yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang berbicara, berjalan, atau bahkan makan dalam keadaan tidur.
“Ketika tingkat kecemasan tinggi, kemungkinan munculnya parasomnia juga meningkat,” ujar Gehrman.
Biasanya penderita tidak menyadari perilaku ini, sehingga pasangan tidur atau anggota keluarga yang sering mengetahuinya lebih dulu.
Jika kebiasaan ini semakin sering terjadi, para ahli menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter agar tidak menimbulkan risiko cedera atau gangguan tidur lebih serius.
4. Berkurangnya tidur nyenyak
Tidur memiliki beberapa tahap, salah satunya deep sleep atau tidur nyenyak yang berperan besar dalam pemulihan tubuh.
Sayangnya, stres bisa mengurangi waktu yang kita habiskan di fase tidur nyenyak.
“Meski seseorang berhasil tidur, stres seperti ikut terbawa dan membuat kualitas tidur tidak maksimal,” terang Gehrman.
Akibatnya, tubuh lebih mudah terbangun di malam hari, tidur terasa dangkal, dan saat bangun, tubuh tetap terasa lelah.
Kondisi ini bisa mengganggu produktivitas sehari-hari serta menurunkan daya tahan tubuh.
Bagaimana cara mengatasinya?
Menurut para ahli, ada beberapa langkah sederhana untuk mengurangi stres sebelum tidur.
Barone menyarankan untuk melakukan meditasi atau pijat ringan agar pikiran lebih rileks.
Sementara Gehrman menambahkan, aktivitas seperti membaca, journaling, atau latihan relaksasi otot dapat membantu menenangkan pikiran.
“Menuliskan hal-hal yang mengganggu sebelum tidur bisa membantu membersihkan pikiran, sehingga tidur lebih nyenyak,” katanya.
Rutinitas sebelum tidur juga sangat penting. Jangan langsung tidur setelah bekerja atau menatap layar gadget. Idealnya, berikan waktu 30 hingga 60 menit untuk melakukan kegiatan yang menenangkan sebelum beristirahat.
Jika gangguan tidur terus berlanjut, dokter menyarankan untuk melakukan evaluasi tidur di rumah sakit.
Pemeriksaan ini bisa menunjukkan seberapa lama kamu berada di fase tidur nyenyak, berapa kali terbangun di malam hari, hingga kadar oksigen dalam tubuh.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.