Putri Titian Soroti Bahaya Anemia pada Anak, Ternyata Bisa Ganggu Daya Ingat dan Prestasi Sekolah
Aktris sekaligus ibu dua anak Putri Titian membagikan kekhawatirannya terkait kondisi gizi anak setelah mengetahui hasil riset terbaru yang mengaitkan stunting dan anemia dengan kemampuan daya ingat anak. Ia mengaku cukup terkejut karena selama ini banyak orang tua mengira masalah konsentrasi anak hanya disebabkan faktor kebiasaan dari luar seperti penggunaan gadget.
Menurut Putri Titian, temuan tersebut membuka wawasan baru bagi para orang tua tentang pentingnya memperhatikan nutrisi anak sejak dini. Ia menilai informasi ini sangat penting, terutama bagi ibu yang memiliki anak usia sekolah. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
“Mungkin hari ini kita sama-sama belajar ya, buat saya juga ibu, dan mau kasih tau sama ibu-ibu di rumah. Ternyata memang ada hasil riset dari IHDC, ini baru risetnya, dan membuka pikiran kita semua. Ternyata ada yang namanya working memory, dan itu berdampak sekali sama anak-anak kita dalam usia sekolah,” ujar Putri Titian saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Putri Titian menyoroti bahwa anemia tidak hanya dialami oleh ibu hamil atau perempuan dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya tidak selalu terlihat jelas.
Ia mengaku baru memahami bahwa kekurangan zat besi dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menangkap pelajaran di sekolah. Hal ini membuatnya semakin waspada terhadap kebutuhan nutrisi harian anak-anaknya.
“Ternyata ada yang namanya anemia, yang defisit besi. Dan itu kita pikirnya kan tadi cuma perempuan, ibu hamil, tapi ternyata juga ada nih anak-anak bisa anemia juga nih, kena nih ibu,” jelasnya.
Putri Titian juga menambahkan bahwa anak yang terlihat sulit memahami pelajaran belum tentu disebabkan faktor eksternal seperti malas belajar atau terlalu sering bermain gadget. Bisa jadi, masalah tersebut berasal dari kondisi tubuh anak itu sendiri.
“Ternyata di rumah tuh anak yang kurang nangkep, bukan dari luar ternyata, tapi dari internal, masalah internal, masalah gizi, masalah nutrisi, kebutuhan susu, gitu,” lanjutnya.
Istilah working memory atau daya ingat kerja juga menjadi perhatian penting dalam diskusi tersebut. Working memory berperan dalam membantu anak menyimpan dan mengolah informasi, yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar sehari-hari.
Putri Titian mengakui bahwa sebelumnya ia juga belum terlalu memahami istilah tersebut. Namun setelah mengetahui kaitannya dengan nutrisi, ia menjadi lebih sadar pentingnya menjaga asupan gizi anak.
“Biasanya kan kalau anak-anak telat sekolah, males sekolah biasanya ini kebanyakan gadget atau apa gitu. Jadi ternyata ada yang namanya working memory dan itu ada di anak dan ternyata berkaitan dengan asupan nutrisi, gizi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa dampak dari masalah gizi tidak hanya terlihat dalam jangka
Selain membahas anemia dan working memory, Putri Titian juga memberikan pesan sederhana kepada para orang tua terkait pemilihan makanan anak. Menurutnya, memenuhi kebutuhan gizi tidak selalu harus mahal atau menggunakan bahan makanan khusus.
Ia menekankan bahwa yang paling penting adalah memahami kebutuhan nutrisi anak dan menyajikan makanan yang beragam setiap hari.
“Sebenarnya kalau dari pemilihan makanan nggak perlu yang mahal kali ya ibu ya. Nggak perlu yang semua organik atau apa gitu. Mungkin lebih dilihat kondisi anak kita, kebutuhannya apa gitu dan pilih-pilih. Gizinya benar apa nggak gitu kan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua memastikan isi piring anak mengandung berbagai jenis makanan bergizi.
“Terus juga kalau bisa diisi piringnya itu macam-macam gitu ya. Pokoknya intinya kita lebih lihat lagi kondisi anak dan cukupi gizinya,” tandasnya.