Waspada! Penglihatan Buram Bisa Turunkan Prestasi Anak di Sekolah, Ini Penjelasannya

Ilustrasi Penglihatan Buram
Ilustrasi Penglihatan Buram

Kesehatan mata sangat penting bagi generasi muda, khususnya di kelompok usia pelajar. Kondisi penglihatan buram di kalangan siswa-siswi menunjang proses belajar mengajar yang pada akhirnya memengaruhi prestasi di sekolah.

Sayangnya, beberapa pelajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih tidak paham tentang tanda-tanda gangguan penglihatan. Selain itu, rasa segan dan malu juga menjadi alasan siswa SD dan SMP yang mengalami mata mata minus bahkan silinder selama bertahun-tahun.

Hal ini diakui dua pelajar kelas 8 di SMPN 2 Tangerang, Catur Sasongko dan Aldaulya Khalisyah Rahmadhani, yang sudah menderita masalah penglihatan terbilang cukup lama. Alda mengaku penglihatannya buram sejak naik kelas 8 sementara Catur sudah hampir dua tahun bahkan ia selalu duduk di barisan paling depan. 

Alda dan Catur menjadi segelintir siswa-siswi yang mendapat kacamata gratis dari PT Rohto Laboratories Indonesia yang berinisiatif membagikan 1.200 kacamata gratis kepada 2.600 pelajar di 12 sekolah yang tersebar di kota Tangerang, Yogyakarta, Surakarta, dan Bandar Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Rohto Peduli yang didasari filosofi grup perusahaan guna memberikan kontribusi nyata di masyarakat.

Seremoni Pemberian Kacamata Gratis dari ROTHO

Seremoni Pemberian Kacamata Gratis dari ROTHO

“Pembagian kacamata gratis sangat membantu dalam belajar karena kalau memiliki masalah dalam penglihatan akan mengurangi konsentrasi bahkan membuat matanya tegang, lelah dan kadang-kadang akan mengalami sakit kepala,” jelas Predisent Director PT Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Massidy, saat ditemui di Tangerang pada Senin, 13 Oktober 2025.

Kepala Sekolah SMPN 32 Tangerang, Emmah Suhainah, S. Pd,mengungkapkan faktor ekonomi menjadi alasan lain pelajar tidak menggunakan kacamata meski penglihatannya buram. Emma menyinggung, kacamata sebagai bukan barang murah sehingga tidak semua anak bisa membelinya.

Emma menambahkan, pemberian kacamata gratis membantu proses belajar siswa menjadi baik. Hal ini karena penglihatannya menjadi lebih jernih sehingga belajar menjadi lebih baik berimbas pada hasil belajar yang semakin bagus. 

“Jadi secara langsung maupun tidak langsung, pemberian kacamata ini sangat bermanfaat sekali bagi anak-anak untuk meningkatkan hasil belajar mereka karena proses belajar semakin lancar,” imbuh Emma.

Sebelum memberikan kacamata kepada para siswa-siswi SD dan SMP, Tim Rohto Peduli akan mengunjungi secara langsung sekolah yang dituju untuk melakukan edukasi pentingnya menjaga kesehatan mata dan barulah dilakukan pemeriksaan mata. Setelah itu akan diberikan kacamata gratis bagi mereka yang matanya membutuhkan alat bantu kacamata. 

Pada tahun 2025 merupakan gelaran ke-4 sekaligus dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Dunia (World Sight Day). Program pemeriksaan dan pembagian kacamata secara gratis ini dilakukan oleh Rohto peduli yang kembali berkolaborasi bersama Bank Resona Perdania dan Good Eyes Optik. 

“Mata yang sehat akan dapat mendukung para siswa untuk belajar dengan baik karena peranan mata dan penglihatan sangatlah penting dalam proses belajar dan pada akhirnya mereka bisa berprestasi di sekolah masing-masing” pungkas Mukdaya Massidy.