Top 6+ Bahan Makanan yang Justru Lebih Baik Tidak Dicuci Sebelum Dimasak
Bagi banyak orang di Indonesia, mencuci semua bahan makanan sebelum dimasak adalah hukum wajib demi kebersihan.
Kita sering merasa lebih aman jika semua bahan sudah diguyur air mengalir.
Namun, tahukah kamu bahwa menurut sains, ada beberapa bahan makanan yang justru berbahaya jika dicuci?
Mengutip laporan dari laman gaya hidup Real Simple, kebiasaan mencuci bahan makanan tertentu malah bisa menyebarkan bakteri ke seluruh dapur atau merusak tekstur masakanmu.
Lantas, apa saja bahan makanan yang sebaiknya jauh-jauh dari keran air sebelum masuk ke penggorengan? Simak daftar lengkapnya di bawah ini!
1. Daging Ayam dan Daging Merah
Ilustrasi mencuci daging.
Ini adalah kesalahan paling umum. Mencuci ayam mentah di bawah keran air tidak akan menghilangkan bakteri seperti Salmonella atau Campylobacter.
Sebaliknya, percikan airnya bisa menyebarkan bakteri tersebut ke wastafel, peralatan masak, hingga baju kamu.
"Mencuci daging mentah sebenarnya meningkatkan risiko kontaminasi silang," jelas Jennifer Quinlan, Ph.D., seorang profesor ilmu pangan di Drexel University. Bakteri pada daging hanya bisa mati dengan satu cara: dimasak hingga mencapai suhu internal yang tepat.
2. Telur
Ilustrasi telur ayam.
Mungkin kamu pernah melihat kotoran sedikit menempel pada kulit telur dan merasa gemas ingin mencucinya.
Jangan lakukan itu! Telur yang diproduksi secara komersial biasanya sudah memiliki lapisan pelindung alami atau minyak pelindung (cuticle) yang mencegah bakteri masuk ke dalam pori-pori cangkang.
Mencucinya justru akan menghilangkan lapisan pelindung ini dan membiarkan bakteri masuk ke dalam telur.
3. Jamur
Ilustrasi jamur salju kering yang biasa dijual.
Jamur memiliki sifat seperti spons, mereka sangat menyerap air.
Jika kamu merendam jamur dalam air, mereka akan menjadi lembek dan kehilangan rasa gurih alaminya saat dimasak.
Tips Pakar:
Alih-alih diguyur air, para koki profesional menyarankan untuk membersihkan jamur menggunakan tisu dapur yang sedikit lembap atau sikat halus untuk menghilangkan sisa tanah yang menempel.
4. Sayuran Hijau dalam Kemasan (Pre-washed)
Ilustrasi mencuci sayuran.
Jika kamu membeli selada atau bayam dalam kemasan yang bertuliskan "Pre-washed" atau "Ready-to-eat", kamu tidak perlu mencucinya lagi.
Mencucinya ulang di dapur rumah justru meningkatkan risiko terkena bakteri dari wastafel yang mungkin tidak sebersih fasilitas pencucian standar industri.
5. Pasta
Ilustrasi pasta yang didiamkan di saringan.
Beberapa orang terbiasa membilas pasta sebelum direbus atau setelah direbus. Jangan lakukan ini! Mencuci pasta akan menghilangkan lapisan pati (starch) alami yang ada di permukaannya.
Padahal, pati inilah yang membantu saus menempel dengan sempurna pada pasta. Tanpa pati, saus kamu hanya akan "meluncur" jatuh ke dasar piring.
6. Ikan (Dalam Kondisi Tertentu)
Ilustrasi ikan segar.
Sama seperti ayam, mencuci ikan mentah bisa menyebarkan bakteri ke area dapur.
Selain itu, kelembapan berlebih pada permukaan ikan akan membuat teksturnya tidak bisa menjadi crispy saat digoreng atau dipanggang.
Cukup tepuk-tepuk permukaan ikan dengan tisu dapur hingga kering sebelum dibumbui.
Bagaimana Cara Tetap Bersih Tanpa Mencuci?
Jika kamu merasa tidak tenang jika tidak melakukan "pembersihan", ikuti langkah aman berikut:
- Gunakan Tisu Dapur: Tepuk-tepuk daging atau ikan dengan tisu dapur untuk mengurangi kelembapan (lalu segera buang tisunya).
- Fokus pada Suhu: Pastikan daging dimasak hingga matang sempurna karena panas adalah pembunuh bakteri yang paling efektif.
- Kebersihan Tangan: Selalu cuci tangan dengan sabun selama 20 detik setelah memegang bahan makanan mentah apapun.
Dengan berhenti mencuci 6 bahan di atas, kamu bukan hanya menjaga dapur tetap higienis, tapi juga memastikan rasa masakanmu tetap juara!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang