Rencana yang Dibatalkan Tiba-tiba Membuat Waktu Terasa Lebih Panjang
Rencana yang tiba-tiba dibatalkan, seperti rapat mendadak, ternyata bisa memberi efek positif pada cara seseorang merasakan waktu.
Banyak orang merasa lega saat mendapatkan waktu kosong secara mendadak, meski hanya sekitar satu jam.
Waktu yang datang tiba-tiba terasa lebih panjang
Peneliti menemukan bahwa waktu luang yang muncul secara mendadak terasa lebih panjang dibanding waktu luang yang sudah direncanakan.
Gabriela Tonietto, peneliti dari Rutgers University, menjelaskan bahwa perubahan dari jadwal yang padat membuat waktu terasa lebih “longgar”.
“Satu jam yang didapat terasa lebih panjang dibanding satu jam yang sudah dijadwalkan sebelumnya,” ujarnya, seperti dikutip dari Popular Science (24/3/2026).
Perasaan ini muncul karena waktu tersebut dibandingkan dengan kondisi sebelumnya yang tidak memiliki waktu luang.
Cara kita menggunakan waktu ikut berubah
Ilustrasi santai. Penelitian menunjukkan waktu yang tiba-tiba kosong bisa terasa lebih panjang dari biasanya.
Saat merasa punya waktu lebih banyak, orang cenderung memilih aktivitas yang lebih santai dan tidak terburu-buru.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tiba-tiba memiliki waktu kosong sering memilih kegiatan yang lebih lama. Misalnya, berjalan ke kedai kopi daripada membeli minuman secara cepat.
Hal ini terjadi karena waktu terasa lebih cukup untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak sempat dilakukan.
Muncul rasa bebas saat rencana dibatalkan
Waktu luang yang tidak direncanakan juga memberi rasa kebebasan.
Peneliti menyebut kondisi ini sebagai “waktu tambahan tak terduga” atau windfall time. Perasaan ini membuat seseorang merasa memiliki kesempatan baru untuk melakukan hal lain.
Tidak heran jika pembatalan rencana sering terasa menyenangkan.
Tidak selalu membuat lebih produktif
Meski terasa menyenangkan, waktu kosong yang datang tiba-tiba tidak selalu dimanfaatkan secara produktif.
Penelitian menunjukkan bahwa waktu yang sangat tidak terduga lebih sering digunakan untuk bersantai.
Jika pembatalan terjadi mendekati waktu pelaksanaan, seseorang cenderung memilih aktivitas ringan daripada pekerjaan.
Hal ini menunjukkan bahwa rasa “punya banyak waktu” bisa mengubah prioritas.
Memahami cara kita melihat waktu itu penting
Gabriela Tonietto menjelaskan bahwa cara manusia merasakan waktu bisa memengaruhi cara mereka mengatur aktivitas.
Ia menyebut jadwal yang fleksibel bisa membantu, tetapi tetap perlu diatur dengan baik.
Keseimbangan antara waktu yang terencana dan waktu yang fleksibel menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari.
Rencana yang dibatalkan secara tiba-tiba bisa membuat waktu terasa lebih panjang dan memberi rasa lega.
Namun, manfaatnya tetap bergantung pada bagaimana seseorang menggunakan waktu tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang