Gus Mus Ingatkan Kerugian Terbesar Muslim, Ternyata Sering Tak Disadari

Ilustrasi berdoa.
Ilustrasi berdoa.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan umat Islam soal kerugian terbesar dalam hidup seorang Muslim. Ia menegaskan, kerugian sejati bukanlah kehilangan harta. 

Berdasarkan ajaran tasawuf, Gus Mus menjelaskan bahwa kerugian (khidzlan) merupakan kondisi ketika seseorang tidak mendapatkan apa-apa dari kehidupannya. Salah satu bentuk kerugian yang banyak terjadi di kalangan umat Islam namun tidak disadari adalah saat seseorang memiliki waktu luang tetapi tidak menggunakannya untuk beribadah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kerugian yang paling besar adalah ketika seseorang kosong dari kesibukan, tetapi tidak mengarahkan dirinya kepada Allah,” ujar Gus Mus sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube NU Online, Rabu, 25 Maret 2026.

Gus Mus mengingatkan, tujuan akhir kehidupan manusia adalah Allah. Seluruh perjalanan spiritual atau suluk pada hakikatnya merupakan proses menuju kepada-Nya. 

Ilustrasi salat.

Oleh sebab itu, waktu luang seyogyanya menjadi kesempatan emas untuk memperkuat kedekatan spiritual. Sebaliknya, jika waktu tersebut diabaikan, maka seseorang berada dalam kondisi merugi. 

“Jika ada orang yang tidak memiliki pekerjaan, tidak memiliki kesibukan, tetapi tetap tidak menggunakan waktunya untuk mendekat kepada Allah, maka itu adalah kerugian yang sangat besar,” tegas Gus Mus.

Di satu sisi, Gus Mus tidak menampik bahwa setiap manusia memiliki kondisi hidup yang berbeda. Ada yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan, sementara yang lain hidup dalam kecukupan tanpa harus bersusah payah. 

Ia 'menyentil' umat Muslim yang hidup dalam kemudahan namun  tidak dimanfaatkan yang justru menjadi bentuk kelalaian. Ia membandingkan dengan sebagian masyarakat memiliki keterbatasan waktu dalam beribah karena harus mencari nafkah tetapi tetap berupaya menjalankan kewajiban hingga amalan sunnah, seperti salat dhuha dan tajahud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“ Allah telah memudahkan hidupnya agar ia bisa mendekat kepada-Nya. Tetapi jika tetap tidak dilakukan maka itu adalah kelalaian yang besar,” beber Gus Mus.

Pesan ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang dimiliki. Sebab, kesempatan yang ada sejatinya adalah jalan untuk semakin mendekat kepada Sang Pencipta.