Waktu Terasa Berjalan dengan Cepat Bisa Jadi Pertanda Kiamat? Begini Penjelasan Pemuka Agama

Ilustrasi waktu.
Ilustrasi waktu.

Pernahkah kamu merasa waktu berjalan begitu cepat? Padahal baru saja bagun tidur pagi sudah ketemu pagi lagi. Atau paling dekat, dalam hitungan beberapa hari ke depan kita sudah memasuki tahun 2026. Benarkah waktu yang berjalan terlalu cepat atau kita yang berjalan terlalu lambat?

Lantas apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana Islam melihat hal ini? Ustaz Khalid Basalamah dalam unggahannya di akun Instagram miliknya, Selasa 10 November 2025 menyebut bahwa fenomena seperti ini bukan sekedar perasaan tapi tanda yang telah disabdakan Rasulullah SAW lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

“Pernahkah kamu merasa waktu berjalan begitu cepat? Baru saja pagi, tiba-tiba sudah malam. Baru awal bulan, tahu-tahu sudah akhir tahun. Rutinitas terasa berputar tanpa jeda, dan hari-hari berlalu begitu saja tanpa sempat benar-benar dirasakan. Fenomena ini bukan sekadar perasaan, tapi tanda yang telah disabdakan Rasulullah ﷺ lebih dari 1400 tahun lalu,” tulis Ustaz Khalid Basalamah, dikutip Rabu 12 November 2025.

Lebih lanjut diungkap Ustaz Khalid Basalamah dalam unggahannya, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya ‘Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa semakin singkat. Maka setahun terasa seperti sebulan, sebulan seperti sepekan (jumat), sepekan seperti sehari, sehari seperti satu jam, dan satu jam seperti nyala api (yang cepat padam)’, HR At-Tirmidzi: 2332, dinilai shahih oleh Al-Albani.

Dijelaskan ustaz Khalid Basalamah, para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud bukan berkurangnya jumlah waktu secara fisik, sehari tetap 24 jam, tetapi berkurangnya keberkahan waktu. Artinya, waktu terasa cepat karena tidak lagi membawa manfaat dan kebaikan sebagaimana mestinya.

Hal ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama, kesibukan manusia yang semakin padat dengan urusan dunia dan fitnah akhir zaman, hingga mereka tidak sadar waktu berlalu begitu cepat. Kedua, waktu yang dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, sehingga terasa lelah namun sedikit hasil dan hilang keberkahannya.

“Fenomena ini sangat nyata hari ini. Banyak orang mengeluh waktu 24 jam terasa tidak cukup. Padahal teknologi makin canggih, tapi justru berkah waktu makin hilang. Kita sibuk dengan dunia, tapi lupa dengan ibadah, keluarga, dan hati yang tenang. Hadits ini bukan sekadar informasi, tapi peringatan. Semakin cepat waktu berlalu, semakin dekatlah kita pada akhir zaman. Waktu adalah Amanah, maka isi dengan amal shalih, bukan kesibukan yang sia-sia. Jangan hanya menghitung hari, tapi manfaatkan setiap detik sebagai bekal menuju akhirat. Allāhu Ta'ālā a'lam bishawāb,” demikian dijelaskan Ustaz Khalid Basalamah.