Bolehkah Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Syawal? Ini Penjelasannya

bulan Syawal, puasa Syawal, puasa qadha, Bolehkah Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Syawal? Ini Penjelasannya

Setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan, sebagian umat Islam masih memiliki kewajiban mengganti puasa (qadha), terutama bagi mereka yang berhalangan seperti sakit atau haid.

Di sisi lain, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.

Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, apakah puasa qadha dan puasa Syawal dapat digabung dalam satu niat.

Boleh digabung, pahala tetap diperoleh

Dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia, (2/5/2023), dijelaskan bahwa menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunah Syawal diperbolehkan.

Imam al-Syarqawi dalam Hasyiyah al-Syarqawi menyebutkan bahwa seseorang yang berpuasa di bulan Syawal dengan niat qadha tetap mendapatkan pahala puasa Syawal, karena pelaksanaan puasa di bulan tersebut tetap terpenuhi.

Pendapat serupa juga disampaikan Imam al-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj, bahwa pahala puasa sunah tetap didapat meskipun digabung dengan niat lain.

Pahala tidak sepenuhnya sama

Meskipun demikian, para ulama menegaskan bahwa pahala yang diperoleh tidak sepenuhnya sama dengan puasa Syawal yang diniatkan secara khusus.

keutamaan puasa Syawal didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim No. 1164)

Anjuran mendahulukan qadha

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Hamdan Rasyid, menjelaskan bahwa menggabungkan puasa qadha dan puasa Syawal diperbolehkan.

"Akan tetapi, bila ingin pahala melaksanakan sunah Syawal dengan sempurna, harus mendahulukan qadha terlebih dahulu lalu dilanjutkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal," kata dia, dikutip dari laman resmi MUI, (5/5/2023), 

Dengan demikian, umat Islam tetap dapat memilih menggabungkan puasa qadha dan Syawal, namun disarankan menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu agar memperoleh keutamaan ibadah secara lebih maksimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang