Skema WFH ASN dan Karyawan Dimulai Setelah Lebaran, Berapa Kali dalam Seminggu?
Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta mulai diterapkan setelah Lebaran 2026.
Skema ini dirancang dengan frekuensi terbatas, yakni hanya satu hari dalam sepekan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa aturan teknis masih dalam tahap perumusan.
Pemerintah mencanangkan kebijakan WFH setelah Lebaran sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi, sesudah Lebaran kita akan berlakukan,” ujar Airlangga, dikutip dari Antara, Sabtu (21/3/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku bagi ASN, sementara untuk sektor swasta bersifat imbauan.
Selain itu, WFH tidak diterapkan pada sektor pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran langsung.
"Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi, bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik," tambahnya.
WFH Dinilai Positif bagi Rumah Tangga dan Pariwisata
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penerapan WFH pada hari tertentu, seperti Jumat, berpotensi menciptakan akhir pekan yang lebih panjang hingga Minggu.
Jadwal WFH yang berdekatan dengan akhir pekan dapat mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberi dampak bagi sektor pariwisata.
Purbaya juga menyampaikan, skema WFH berkaitan dengan upaya efisiensi energi, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” ujar Purbaya.
Meski begitu, Purbaya meminta agar skema WFH dipikirkan matang-matang demi menjaga keseimbangan antara produktivitas dan fleksibilitas kerja.
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya, WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.
Thailand dan Filipina Lakukan Efisiensi BBM
Sebelum wacana WFH mengemuka, beberapa negara di Asia Tenggara sudah mulai menerapkan langkah efisiensi imbas perang Iran dengan AS dan Israel yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak.
Salah satunya Thailand yang mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) untuk WFH sebagai langkah menghemat BBM akibat krisis minyak.
Selain itu, Pemerintah Filipina juga menerapkan sistem empat hari kerja untuk menekan konsumsi BBM.
Kemudian, Pemerintah Malaysia turut mengkaji skema WFH bagi PNS sebagai langkah efisiensi imbas gejolak geopolitik global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang