Jadwal Penerbangan Jember-Bali, 3 Kali Seminggu, Konektivitas Domestik dan Internasional
Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi telah membuka penerbangan baru dari Bandara Notohadinegoro Jember ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi, pariwisata, dan investasi yang lebih besar bagi wilayah Tapal Kuda.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menekankan bahwa penerbangan ini tidak hanya menghubungkan Jember dengan Bali, tetapi juga dengan berbagai destinasi domestik dan internasional.
Kapan Jadwal Penerbangan Jember-Bali?
Maskapai Wings Air kini melayani penerbangan Jember-Bali tiga kali seminggu, yaitu pada Senin, Rabu, dan Jumat.
Setiap penerbangan menggunakan pesawat ATR 72-600 dengan kapasitas 70 penumpang dan waktu tempuh rata-rata 50 menit.
Jadwal penerbangan dimulai dengan penerbangan dari Denpasar menuju Jember pada pukul 11.40 WITA, yang tiba di Jember pada pukul 12.00 WIB.
Sementara itu, penerbangan dari Jember ke Denpasar dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB, tiba di Bali pada pukul 15.20 WITA.
Penerbangan perdana dari Denpasar membawa 36 penumpang, sedangkan dari Jember terdapat 68 penumpang yang ikut serta.
Dengan durasi terbang sekitar 50 menit, perjalanan yang sebelumnya bisa memakan waktu 6 hingga 7 jam kini menjadi jauh lebih efisien.
Bupati Fawait menyatakan bahwa penerbangan ini akan sangat menguntungkan masyarakat yang ingin menuju kota-kota besar atau bahkan luar negeri.
Akses Keberagaman Destinasi Domestik dan Internasional
Penerbangan Jember-Bali juga membuka akses langsung ke lebih dari 15 kota besar domestik dan internasional melalui Bandara Ngurah Rai.
Rute domestik meliputi Jakarta, Makassar, Lombok, Labuan Bajo, Kupang, Balikpapan, dan Banjarmasin, sementara rute internasional termasuk Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Perth, Melbourne, Sydney, dan Brisbane.
Meningkatkan Pariwisata dan Ekonomi di Tapal Kuda
Pembukaan rute ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi di wilayah Tapal Kuda, yang mencakup Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan sekitarnya.
Bupati Fawait berharap penerbangan ini bisa mempercepat pergerakan bisnis, UMKM, dan logistik di kawasan tersebut, serta meningkatkan akses masyarakat ke layanan pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Fawait mengungkapkan bahwa testimoni dari penumpang yang melihat keindahan alam Jember dari udara menjadi bukti bahwa Jember memiliki potensi wisata kelas dunia.
"Jember punya keindahan alam yang luar biasa. Kami berharap penerbangan ini akan menarik lebih banyak wisatawan ke Jember," ujarnya.
DPR RI Sebut Titik Awal Perkembangan Jember
Anggota DPR RI, Rivqy Abdul Halim, yang hadir dalam penerbangan perdana tersebut, menyatakan bahwa pembukaan penerbangan reguler dari Jember menuju Bali dan Jakarta merupakan komitmen penuh pemerintah pusat terhadap kemajuan daerah.
"Ini adalah titik awal perkembangan Jember," ujar Rivqy, yang turut mengapresiasi peran Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam mewujudkan rute penerbangan ini.
Peningkatan Infrastruktur Bandara Notohadinegoro
Rivqy juga mengingatkan pentingnya peningkatan infrastruktur di Bandara Notohadinegoro agar lebih siap dalam menghadapi lonjakan penumpang.
"PR bagi Bupati Jember adalah menggenjot infrastruktur. Kami juga akan terus mendukung upaya memperpanjang runway dan memperbesar kapasitas bandara agar akses menuju Jember semakin mudah bagi wisatawan," tambahnya.
Seiring dengan pembukaan rute Jember-Bali, Bandara Notohadinegoro juga telah melakukan reaktivasi penerbangan rute Jember-Jakarta menggunakan maskapai Fly Jaya setiap Selasa dan Kamis.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Jember ke Bali Kini Bisa Naik Pesawat, Lebih Cepat dan Praktis.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang