Mesin Kapal Mati, 11 Nelayan di Touna Terjebak di Tengah Laut
Sebanyak 11 orang nelayan dari kapal penangkap ikan KM Elnas III terjebak di tengah laut setelah kapal yang ditumpangi mengalami mati mesin.
Peristiwa tersebut terjadi di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng).
Menurut keterangan nahkoda KM Elnas III kapal tersebut mengalami kerusakan gearbox dan mati mesin di perairan Teluk Tomini pada Senin (16/3).
Saat itu, diperkirakan posisi kapal di sekitar wilayah Desa Lalanga dan Desa Mamaka di mana mereka sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan.
Dari laporan itu pihak pemilik kapal dan pemerintah setempat melaksanakan pencarian mandiri, namun proses pencarian itu belum membuahkan hasil.
Akhirnya pihak pemilik kapal melaporkan peristiwa itu ke Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk memohon bantuan pencarian.
11 nelayan berhasil dievakuasi
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 11 nelayan dari kapal penangkap ikan KM Elnas III yang mengalami mati mesin di perairan Teluk Tomini.
“Belasan nelayan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah sempat terombang-ambing di lautan,” kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Rabu (18/3/2026).
Rizal mengatakan, pihaknya juga mengerahkan personel Pos SAR Parigi di Kabupaten Parigi Moutong dan Unit Siaga SAR Ampana di Touna.
“Menindaklanjuti laporan, pada Rabu (18/3) kami mengerahkan personel Pos SAR Parigi di Kabupaten Parigi Moutong dan Unit Siaga SAR Ampana di Touna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” ujarnya.
Sekitar pukul 14.35 Wita, pihaknya menerima informasi dari kapal nelayan lainnya bahwa KM Elnas III keberadaan pada koordinat 0°39'32.34"S - 121° 8'56.65"E.
Para korban dan kapal kemudian dievakuasi ke Desa Sandada, Kecamatan Tojo. Operasi pencarian ditutup dan korban dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing.
Adapun data 11 nelayan tersebut adalah: Rahman (44), Ardi (30), Yan (45), Edi (34), Yayat (27), Ayat (35), Man (54), Alfait (18), Leksi (40), Ilam (30) dan Iwan (35).
Selain itu unsur SAR terlibat yakni tim rescue Pos SAR Parigi, personel Unit Siaga SAR Ampana, Polair, pihak pemilik kapal, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang