Perang Timur Tengah Bikin Kacau All England 2026, Sindhu Terjebak di Dubai hingga Unggulan Tumbang Sebelum Tanding
Dampak konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah mulai merembet ke dunia olahraga. Turnamen bulu tangkis bergengsi All England 2026 tak luput dari imbasnya. Sejumlah pemain top dunia terpaksa batal tampil atau mengubah total rute perjalanan mereka demi bisa mencapai Inggris dengan selamat.
Nama besar pertama yang terdampak adalah tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu. Pebulu tangkis peraih medali Olimpiade itu dipastikan absen karena terjebak di Dubai akibat pembatalan penerbangan menyusul pecahnya konflik di kawasan tersebut pada akhir Februari lalu. Situasi keamanan membuat perjalanan menuju Inggris tak memungkinkan dilakukan tepat waktu.
Tak hanya Sindhu, ganda campuran Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran juga memutuskan mundur dari turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF melalui laman resminya pada Selasa 3 Maret 2026 melaporkan bahwa pengunduran diri pasangan unggulan ketiga itu langsung mengubah komposisi pertandingan babak awal. Juara bertahan Guo Xin Wa/Chen Fang Hui yang awalnya dijadwalkan menghadapi Dechapol/Supissara kini akan bertemu wakil Malaysia, Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien, di babak 32 besar.
Perjalanan 25 Jam demi Tiba di Inggris
Wong/Lim juga tak lepas dari dampak konflik. Pasangan Malaysia itu semula dijadwalkan terbang dari Kuala Lumpur ke Birmingham melalui Dubai pada Minggu 1 Maret. Namun rencana tersebut dibatalkan menyusul krisis keamanan di Timur Tengah.
Mereka akhirnya memilih rute memutar melalui Shanghai sebelum mendarat di London. Total waktu perjalanan yang harus ditempuh mencapai 25 jam.
Setibanya di London, perjuangan belum usai. Lim masih harus melanjutkan perjalanan darat selama sekitar empat jam menggunakan bus menuju Birmingham pada Senin 2 Maret.
Media Malaysia, New Straits Times, melaporkan biaya tiket penerbangan baru yang harus dikeluarkan mencapai 10 ribu ringgit atau sekitar Rp42 juta. Meski mahal dan melelahkan, keselamatan tetap menjadi prioritas.
"Timur tengah dilanda krisis dan saya khawatir akan keselamatan saya," ujar Lim seperti dikutip New Straits Times.
Undian Berubah, Wakil Indonesia Kena Imbas
Efek domino juga terasa di sektor lain. Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mengalami perubahan undian dan kini akan menghadapi pasangan China, Guo Jia Xuan/Wu Meng Ying, pada laga pembuka.
Mundurnya Dechapol/Supissara juga membuka jalan bagi pasangan Taiwan, Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin, untuk naik ke babak utama turnamen yang digelar 3 sampai 8 Maret 2026 di Birmingham tersebut.
Sementara itu, di nomor tunggal putra, laga panas langsung tersaji pada babak awal. Shi Yu Qi akan berhadapan dengan Lakshya Sen. Pertemuan ini menjadi duel keenam bagi keduanya, dengan Shi Yu Qi unggul 4-1 dalam rekor head to head.
Di sektor ganda putra, juara bertahan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan akan ditantang pasangan tuan rumah Ben Lane/Sean Vendy. Sedangkan di ganda putri, unggulan kedua asal Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan memburu gelar perdana All England dan akan membuka langkah melawan pasangan Jepang Arisa Igarashi/Chiharu Shida.
Konflik geopolitik yang jauh dari arena pertandingan ternyata berdampak nyata pada panggung olahraga dunia. All England 2026 bukan hanya tentang persaingan memperebutkan gelar, tetapi juga tentang perjuangan para atlet menembus ketidakpastian demi bisa berdiri di lapangan.