Viral Minum Olive Oil untuk Diet dan Awet Muda, Cek Dulu Efek Sampingnya Ini Sebelum Ikutan!

Minyak zaitun.
Minyak zaitun.

Belakangan ini, tren konsumsi minyak zaitun atau olive oil dengan cara diminum sedang populer di media sosial, terutama dalam berbagai konten gaya hidup sehat. Banyak orang menganggap kebiasaan ini dapat memberikan manfaat instan, seperti membantu menurunkan berat badan, melancarkan pencernaan, hingga menjaga kesehatan jantung.

Namun di balik popularitasnya, para ahli gizi mengingatkan bahwa olive oil tetap merupakan lemak yang padat kalori. Artinya, meskipun memiliki kandungan lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi tubuh, cara konsumsi yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan efek samping tertentu. Scroll untuk info lebih lanjut... 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Olive oil sendiri lebih dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari hari, bukan diminum langsung dalam jumlah besar layaknya suplemen kesehatan. Berikut beberapa efek samping minum olive oil yang perlu Anda waspadai, sebagaimana dilansir dari EatingWell, Kamis, 16 April 2026.

1. Gangguan pencernaan

Salah satu efek samping paling umum dari konsumsi olive oil secara langsung adalah gangguan pada sistem pencernaan. Beberapa orang dapat mengalami mual, perut terasa tidak nyaman, kembung, hingga rasa begah. Hal ini terjadi karena tubuh tidak selalu siap menerima asupan minyak dalam bentuk cair dan murni dalam jumlah besar sekaligus.

2. Diare dan efek laksatif

Olive oil dikenal memiliki efek melancarkan buang air besar. Namun jika dikonsumsi berlebihan, efek ini dapat berubah menjadi diare. Kondisi ini terjadi karena minyak zaitun dapat merangsang pergerakan usus secara berlebihan sehingga feses menjadi terlalu cair dan frekuensi buang air meningkat.

3. Risiko kenaikan berat badan

Meskipun sering dianggap sebagai lemak sehat, olive oil tetap mengandung kalori tinggi. Satu sendok makan saja dapat mengandung sekitar 120 kalori. Jika dikonsumsi tanpa kontrol atau ditambahkan di luar kebutuhan kalori harian, hal ini justru dapat menyebabkan surplus kalori yang berujung pada kenaikan berat badan.

4. Tekanan darah menjadi terlalu rendah

Olive oil dapat membantu menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun pada kondisi tertentu, terutama jika dikombinasikan dengan obat penurun tekanan darah, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Gejalanya bisa berupa pusing, lemas, atau bahkan hampir pingsan.

5. Risiko reaksi alergi

Meskipun jarang terjadi, beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi terhadap olive oil. Gejalanya bisa berupa ruam kulit, gatal, atau iritasi ringan. Pada kasus tertentu, reaksi yang lebih serius juga dapat muncul, meskipun sangat jarang dilaporkan dalam literatur medis.

6. Tidak ideal untuk konsumsi sebagai minuman rutin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai sumber kesehatan internasional menekankan bahwa olive oil bukanlah minuman, melainkan bahan makanan. Konsumsi rutin dalam bentuk “shot” setiap hari tidak direkomendasikan karena dapat mengganggu keseimbangan asupan nutrisi dan membuat tubuh menerima lemak dalam bentuk yang kurang ideal dibandingkan jika dikonsumsi bersama makanan.

Secara keseluruhan, olive oil memang memiliki manfaat kesehatan, tetapi cara konsumsi tetap harus diperhatikan. Menggunakannya sebagai bagian dari masakan jauh lebih aman dan sesuai dengan rekomendasi ahli dibandingkan meminumnya langsung dalam jumlah besar setiap hari.