Proses Penentuan Pemenang Oscar, dari Seleksi Film hingga Voting Final
Malam penghargaan Oscar selalu menjadi sorotan dunia, tetapi sebelum nama pemenang diumumkan di panggung, ada proses panjang yang menentukan siapa yang membawa pulang patung emas tersebut.
Academy Awards, atau yang lebih dikenal sebagai Oscar, ditentukan melalui beberapa tahap voting yang dilakukan oleh ribuan anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences.
Proses ini dimulai jauh sebelum malam penghargaan digelar, mulai dari pengajuan film, pemilihan nominasi, hingga voting final untuk menentukan pemenang.
Tahap awal: Pengajuan film dan seleksi awal
Proses penentuan pemenang Oscar dimulai ketika film-film yang memenuhi syarat diajukan ke Academy.
Menurut laporan People (15/3/2026), sebuah film harus diputar di bioskop komersial setidaknya selama tujuh hari di kota tertentu di Amerika Serikat antara 1 Januari hingga 31 Desember pada tahun yang sama.
Film tersebut juga harus berdurasi lebih dari 40 menit agar bisa dipertimbangkan dalam kategori penghargaan utama.
Setelah batas waktu pengajuan berakhir, Academy memulai tahap seleksi awal untuk menentukan daftar kandidat yang akan dipertimbangkan dalam proses voting berikutnya.
Voting nominasi oleh anggota Academy
Aktor Matt Damon (kiri) dan aktor Ben Affleck usai memenangkan piala Oscar bersama. Pemenang Oscar dipilih oleh anggota Academy melalui sistem voting yang berlangsung sebelum malam penghargaan.
Tahap berikutnya adalah pemilihan nominasi.
Proses ini dilakukan oleh anggota Academy yang berasal dari berbagai bidang dalam industri film, seperti aktor, sutradara, penulis naskah, editor, hingga desainer kostum.
Melansir First Post (15/3/2026), setiap anggota biasanya hanya dapat memilih nominasi dalam bidang profesinya masing-masing.
Sebagai contoh, aktor memilih nominasi untuk kategori akting, sementara sutradara memilih nominasi untuk kategori penyutradaraan.
Namun, semua anggota Academy dapat memberikan suara untuk kategori Best Picture.
Setelah proses voting selesai, daftar nominasi resmi kemudian diumumkan kepada publik.
Voting final untuk menentukan pemenang
Setelah nominasi diumumkan, proses berlanjut ke tahap voting final.
Dalam tahap ini, seluruh anggota voting Academy dapat memberikan suara untuk semua kategori penghargaan.
Melansir Today (2/3/2025), voting dilakukan secara online melalui sistem rahasia yang dijaga ketat.
Hasil voting kemudian dihitung oleh firma akuntansi PricewaterhouseCoopers (PwC), yang telah menangani penghitungan suara Oscar selama puluhan tahun.
Sistem khusus untuk Best Picture
Sebagian besar kategori Oscar menggunakan sistem sederhana, yaitu nominasi dengan jumlah suara terbanyak akan menjadi pemenang. Namun, kategori Best Picture menggunakan sistem yang berbeda.
Academy menggunakan metode ranked-choice voting atau sistem preferensi untuk kategori ini.
Dalam sistem ini, anggota Academy diminta mengurutkan film yang mereka pilih dari yang paling disukai hingga yang paling tidak disukai.
Jika tidak ada film yang memperoleh lebih dari 50 persen suara pada putaran pertama, film dengan suara paling sedikit akan dieliminasi.
Suara dari pemilih yang memilih film tersebut kemudian dialihkan ke pilihan berikutnya dalam daftar mereka.
Proses ini terus berlanjut hingga satu film memperoleh mayoritas suara.
Hasil pemenang dijaga sangat rahasia
Meski ribuan orang ikut memberikan suara, hasil akhir pemenang Oscar dijaga dengan sangat ketat.
Hanya dua mitra dari firma PwC yang mengetahui hasil pemenang sebelum diumumkan secara resmi di panggung.
Keduanya membawa amplop berisi nama pemenang ke lokasi acara dan menyerahkannya kepada presenter saat pengumuman berlangsung.
Prosedur ini dilakukan untuk memastikan kerahasiaan hasil hingga saat terakhir sebelum nama pemenang diumumkan di depan publik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang