Bisakah Punya Anak Setelah Vasektomi? Dokter Jelaskan Peluangnya

vasektomi, Bisakah Punya Anak Setelah Vasektomi? Dokter Jelaskan Peluangnya, Masih ada peluang meski vasektomi dilakukan puluhan tahun lalu,  Ilustrasi ayah dan anak, Cara mengupayakan kehamilan setelah vasektomi, Testis tetap memproduksi sperma setelah vasektomi, Peluang keberhasilan bisa mencapai 80 persen

 Sebagian orang menganggap vasektomi membuat pria tidak lagi memiliki kesempatan untuk punya anak. Namun, peluang tersebut masih ada melalui beberapa prosedur medis tertentu.

Dokter Spesialis Urologi dr. Dimas Tri Prasetyo, Sp.U., MRes., menyampaikan bahwa vasektomi memang termasuk metode kontrasepsi jangka panjang, tetapi pria tetap punya pilihan jika di kemudian hari ingin memiliki anak kembali.

“Vasektomi ini metode kontrasepsi mantap dengan efektivitas lebih dari 99 persen dan jangka panjang. Permanen, betul, tapi bisa dikembalikan,” ujar dr. Dimas dalam acara grand opening Elysium Clinic di Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).

Masih ada peluang meski vasektomi dilakukan puluhan tahun lalu

Dalam pengalamannya, dr. Dimas mengatakan bahwa banyak pasien yang datang bertahun-tahun setelah vasektomi karena ingin kembali memiliki anak.

Biasanya, banyak di antara pasiennya tersebut berasal dari luar negeri dan ingin memiliki anak  setelah menikah lagi.

“Banyak pasien-pasien yang dulunya dua puluh tahun yang lalu sudah vasektomi. Terutama warga negara asing. Pindah ke Indonesia, menikah lagi, lalu ingin punya anak,” cerita dr. Dimas.

Artinya, meskipun jarak waktunya panjang, kesempatan untuk mengupayakan kehamilan tetap terbuka.

Ilustrasi ayah dan anak

Cara mengupayakan kehamilan setelah vasektomi

Berdasarkan penjelasan dr. Dimas, terdapat dua pilihan yang dapat dilakukan apabila pria ingin memiliki anak setelah vasektomi.

“Yang pertama, kita sambung kembali salurannya. Yang kedua, langsung bayi tabung,” jelasnya.

Metode pertama dilakukan dengan menyambungkan kembali saluran yang sebelumnya telah dipotong. Sementara itu, metode kedua dilakukan dengan mengambil sperma langsung dari testis, kemudian digunakan untuk program bayi tabung.

Kedua metode ini memiliki tujuan yang sama, yaitu memungkinkan sperma kembali digunakan untuk proses pembuahan.

Testis tetap memproduksi sperma setelah vasektomi

Banyak anggapan bahwa vasektomi membuat testis berhenti memproduksi sperma. Padahal, menurut dr. Dimas, organ reproduksi tetap bekerja normal

“Yang dipotong kan cuma salurannya saja. Dia dipotong dan diikat. Sedangkan pabriknya tetap beroperasi,” tuturnya.

Ketika vasektomi, otomatis sperma tidak dikeluarkan. Pada kondisi tersebut, sperma akan diserap kembali oleh tubuh.

“Spermanya akan diserap lagi, dan itu hal yang normal,” ujar dr. Dimas.

Hal inilah yang membuat upaya kehamilan masih bisa dilakukan melalui beberapa prosedur medis.

Peluang keberhasilan bisa mencapai 80 persen

Menurut dr. Dimas, peluang keberhasilan untuk mengupayakan kehamilan setelah vasektomi cukup tinggi.

Chance-nya rata-rata delapan puluh persen ke atas. Tapi ada beberapa faktor,” kata dr. Dimas.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sangat bergantung pada keahlian dokter yang melakukan tindakan. Jam terbang dokter yang menangani pasien memegang peranan besar dalam menentukan apakah saluran dapat tersambung kembali dengan baik.

Selain itu, jarak waktu antara prosedur vasektomi dan upaya penyambungan juga berpengaruh. Makin cepat penyambungan kembali dilakukan, peluangnya akan makin besar.

“Contohnya pria yang divasektomi, satu tahun kemudian disambung. Dibandingkan yang tiga puluh tahun baru disambung, chance yang satu tahun lebih bagus,” jelas dr. Dimas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasien yang telah menjalani vasektomi puluhan tahun sebelumnya tetap memiliki peluang keberhasilan, hanya saja persentasenya dapat menurun seiring waktu.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang