Top 5+ Perubahan Rambut di Usia 40, dari Menipis hingga Beruban
Memasuki usia 40 tahun, tubuh manusia mulai mengalami berbagai perubahan alami, termasuk pada rambut. Banyak orang mulai menyadari rambut menjadi lebih tipis, mudah patah, atau bahkan mulai beruban.
Perubahan tersebut sering kali berkaitan dengan proses penuaan alami serta perubahan hormon, terutama menjelang masa perimenopause pada perempuan.
Dokter kandungan bersertifikat Jessica Shepherd menjelaskan, perubahan hormon pada fase ini dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan, termasuk rambut.
“Jarang hanya ada satu penyebab. Perubahan rambut biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan proses penuaan,” ujar Shepherd, seperti disadur SELF Magazine, Senin (9/3/2026).
Selain faktor hormon, paparan lingkungan, kebiasaan perawatan rambut, hingga faktor genetik juga dapat memengaruhi kondisi rambut seiring bertambahnya usia.
Berikut lima perubahan rambut yang umum terjadi saat memasuki usia 40 tahunan.
5 Perubahan rambut di usia 40
1. Rambut mulai menipis dan rontok di beberapa bagian
Salah satu perubahan paling umum pada rambut di usia 40-an adalah penipisan rambut. Kondisi ini sering terlihat pada bagian tengah kepala atau garis belahan rambut yang tampak semakin melebar.
Dermatolog dari UCLA Health, Carolyn Goh menjelaskan, perubahan hormon memainkan peran penting dalam kondisi ini.
“Ketika keseimbangan hormon berubah, fase pertumbuhan rambut menjadi lebih pendek,” kata Goh.
Ia menjelaskan, penurunan hormon estrogen dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Akibatnya, rambut lebih cepat masuk ke fase istirahat dan rontok, sehingga jumlah rambut yang tumbuh menjadi lebih sedikit.
Ilustrasi rambut beruban di usia muda.
Meski demikian, tingkat kerontokan rambut pada setiap orang bisa berbeda. Faktor genetik juga berperan besar dalam menentukan seberapa cepat atau seberapa banyak rambut menipis seiring bertambahnya usia.
Dermatolog Dendy Engelman menambahkan, kerontokan ringan sebenarnya masih tergolong normal.
“Rontok sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari masih dianggap normal,” jelas Engelman.
Namun, jika kulit kepala mulai terlihat lebih jelas atau rambut terasa jauh lebih tipis, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan perubahan hormon dan proses penuaan.
2. Helai rambut menjadi lebih halus dan tipis
Menurut Engelman, peningkatan hormon testosteron relatif terhadap estrogen dapat membuat folikel rambut menyusut secara perlahan.
Ketika folikel rambut menjadi lebih kecil, rambut yang dihasilkan juga menjadi lebih tipis dan halus dibandingkan sebelumnya.
Perubahan ini tidak selalu terjadi secara drastis, tetapi biasanya berlangsung perlahan seiring waktu. Banyak orang baru menyadari perubahan tersebut ketika rambut terasa kurang bervolume atau lebih sulit ditata.
Ahli dermatologi menyebutkan bahwa faktor genetik berperan. Jika seseorang memiliki folikel rambut yang sensitif terhadap hormon tertentu, kemungkinan besar mereka akan mengalami rambut yang lebih tipis setelah usia 40 tahun.
3. Rambut jadi lebih kering dan mudah patah
Shepherd mengungkap, kebiasaan styling rambut selama bertahun-tahun seperti penggunaan alat panas, pewarna rambut, atau produk kimia juga berkontribusi terhadap perubahan ini.
“Semua hal yang kita lakukan pada rambut, seperti penggunaan panas dan bahan kimia, dapat memengaruhi kekuatan dan teksturnya,” jelas Shepherd.
Paparan sinar matahari serta polusi lingkungan juga dapat mempercepat kerusakan rambut. Seiring waktu, rambut menjadi lebih rentan patah dan bercabang.
Dermatolog Kristin Lo Sicco menambahkan, penurunan produksi minyak alami kulit kepala juga turut memengaruhi kondisi rambut.
Akibatnya, rambut tidak lagi mendapatkan kelembapan alami yang cukup sehingga terasa lebih kering.
4. Kilau alami rambut mulai berkurang
Perubahan tekstur rambut juga sering disertai dengan berkurangnya kilau alami. Goh menilai, berkurangnya kelembapan pada kulit kepala membuat minyak alami yang biasanya melapisi batang rambut menjadi lebih sedikit.
Akibatnya, rambut tampak lebih kusam dan tidak seberkilau sebelumnya. Selain itu, paparan panas dari alat styling, penggunaan bahan kimia, serta polusi juga dapat merusak lapisan luar rambut yang berfungsi memantulkan cahaya.
Ketika lapisan tersebut rusak, rambut tidak lagi terlihat sehat dan bercahaya. Bagi sebagian orang, perubahan ini menjadi tanda pertama yang mereka sadari sebelum muncul perubahan rambut lainnya seperti kerontokan atau uban.
5. Uban mulai muncul lebih banyak
Seiring bertambahnya usia, sel penghasil pigmen rambut yang disebut melanosit mulai berkurang. Akibatnya, rambut kehilangan warna alaminya dan berubah menjadi abu-abu atau putih.
Shepherd menjelaskan, faktor genetik sangat memengaruhi kapan seseorang mulai beruban.
“Biasanya seseorang akan mulai beruban pada usia yang kurang lebih sama dengan anggota keluarganya,” kata Shepherd.
Selain faktor usia, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa stres dapat mempercepat proses munculnya uban. Meski demikian, Goh menekankan, stres bukan satu-satunya penyebab.
“Bahkan orang yang mampu mengelola stres dengan baik tetap bisa mengalami uban karena tubuh tetap merespons tekanan yang ada,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang