Top 6+ Perubahan Rambut saat Usia Bertambah dan Tips Mengatasinya
Rambut yang mulai memutih bukan satu-satunya tanda penuaan di bagian kepala. Meski penuaan adalah siklus alami kehidupan, banyak orang merasa cemas saat melihat kondisi rambut mereka mulai menipis, memutih, atau berubah teksturnya.
Beruntungnya, kita tidak harus pasrah menerima kondisi tersebut. Dengan mengenali apa yang sedang terjadi pada rambut, ada berbagai penyesuaian rutinitas perawatan harian untuk menjaganya tetap.
Perubahan yang terjadi pada rambut saat menua
1. Semakin banyak uban
Uban semakin umum dijumpai seiring bertambahnya usia, yang juga membawa perubahan pada fisik rambut itu sendiri.
"Seiring menuanya rambut, tekstur dan penampilannya sering kali berubah, dengan helaian yang menjadi lebih kasar dan kusam," kata penata rambut Sanda Petrut, melansir Byrdie, Jumat (29/5/2026).
"Pewarnaan rambut adalah cara termudah untuk mengatasi rambut beruban, meskipun efeknya bersifat sementara," tambah dokter kulit Brendan Camp, MD.
Untuk itu, Petrut menyarankan teknik pewarnaan berefek terang atau gelap agar uban dapat membaur secara alami. Namun, jika uban tersebut dipicu oleh tingkat stres yang tinggi, kondisinya mungkin bisa kembali normal.
2. Laju pertumbuhan melambat
Ilustrasi rambut menipis.
Rambut mungkin tak lagi tumbuh secepat dulu. Atasi dengan memastikan tubuh mendapatkan cukup nutrisi.
"Zat besi dan vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan kerontokan rambut," sebut dr. Camp.
Di sisi lain, Petrut menegaskan bahwa kesehatan mikrobioma kulit kepala sangat penting untuk pertumbuhan rambut yang optimal. Memotong rambut juga bisa menjadi solusi nyata di usia tua.
"Potongan rambut teratur sangat penting untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, karena menghilangkan ujung bercabang yang dapat menyebabkan kerusakan dan membuat rambut tampak lebih tipis," terangnya.
3. Penipisan volume
Folikel rambut cenderung menipis di usia senja, sehingga pemakaian minoksidil kerap dianjurkan.
"Minoksidil oral digunakan untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi, dan salah satu efek sampingnya adalah pertumbuhan rambut," jelas dr. Camp.
Petrut menuturkan, suplemen seperti biotin, atau minyak alami seperti minyak jarak, juga mungkin membantu. Terlepas dari metode yang dipilih, kamu harus bersabar untuk melihat hasilnya.
Ia mengimbau untuk menggunakan produk penumbuh rambut setidaknya selama tiga hingga empat bulan sebelum memutuskan apakah itu membantu atau tidak.
4. Rentan kusut dan mengembang
Rambut sulit diatur
Rambut yang mengembang sering menjadi keluhan baru. Kuncinya adalah mengembalikan tingkat kelembabannya.
Petrut menyarankan menggunakan kondisioner tanpa bilas pada rambut lembab setelah keramas, sebelum ditata.
Pilihan lain adalah memakai minyak rambut (hair oil) karena dapat membantu memperbaiki rambut kering dan rusak, dengan mengembalikan kelembapan dan menyediakan vitamin dan nutrisi penting.
Manfaat lain dari hair oil adalah kemampuan untuk membatasi rambut kusut, rontok, dan patah.
5. Mengalami kerontokan
Obat luar kerap menjadi andalan saat rambut rontok dalam jumlah yang tidak lazim. Terkait penggunaannya, dr. Camp mengingatkan untuk membandingkan daftar bahan dalam produk pria dan wanita.
"Minoksidil topikal pria dan wanita mungkin punya konsentrasi yang berbeda. Konsentrasi yang lebih rendah mungkin perlu digunakan lebih dari sekali sehari daripada produk konsentrasi yang lebih tinggi," jelas dia.
Selain menggunakan obat, memijat kulit kepala menurut Petrut dapat membantu merangsang sirkulasi darah, yang mendukung pengiriman nutrisi ke folikel rambut.
"Minyak rambut juga tidak secara langsung menyebabkan pertumbuhan rambut, melainkan memperbaiki kondisi kulit kepala yang dapat meningkatkan kesehatan kulit kepala dan folikel rambut," tambah dia.
6. Perubahan curl pattern
Tekstur alami rambut ikal rentan berubah akibat proses penuaan, sehingga penting untuk menyesuaikan rutinitas perawatan.
"Memilih produk yang tepat berdasarkan jenis rambut sangat penting. Krim ringan ideal untuk fine hair, sedangkan produk berbasis butter yang lebih berat bekerja paling baik untuk tekstur kasar," ucap Petrut.
Ia juga menyarankan masker rambut mingguan untuk nutrisi yang lebih dalam, dan untuk menjaga elastisitas serta kesehatan rambut secara keseluruhan.
Kurangi juga intensitas keramas agar tidak merusak tekstur alaminya.
"Jika terlalu banyak minyak yang dihilangkan dari batang rambut, rambut mungkin berisiko mengalami kekeringan, yang dapat membuat rambut lebih rapuh, rentan patah, kusut, atau tampak kusam," terang dr.Camp.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang