Kampung Nelayan Merah Putih di Jatimalang, Purworejo Dijadikan Sentra Kuliner dan Wisata

Purworejo, Kampung Nelayan Merah Putih di Jatimalang, Purworejo Dijadikan Sentra Kuliner dan Wisata

— Suasana pesisir Pantai Jatimalang di Kabupaten Purworejo perlahan berubah.

Di antara perahu-perahu nelayan yang bersandar dan aroma laut yang khas, kini berdiri bangunan baru yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Kawasan itu dikenal sebagai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi nelayan sekaligus mengembangkan kawasan pesisir agar lebih produktif.

Di Purworejo, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan di dua wilayah, yakni Desa Jatimalang dan Desa Kertojayan. Namun, KNMP Jatimalang yang saat ini dikembangkan untuk wisata kuliner laut. 

Bagi masyarakat pesisir, keberadaan kawasan ini membawa harapan baru. Tidak hanya sebagai tempat aktivitas nelayan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya ekonomi lokal yang lebih luas.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pembangunan kampung nelayan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.

"Untuk fasilitas di setiap wilayah bisa berbeda karena KNMP ini tematik disesuaikan dengan wilayahnya tapi yang utama adalah berbasis produktivitas. Kalau di sini (Jatimalang) kuliner" kata Wahyu usai meninjau kios kuliner KNMP Jatimalang pada Kamis (5/3/2026). 

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat sektor ekonomi dari tingkat masyarakat bawah.

“Ini sesuai dengan program Pak Presiden Prabowo bahwa sektor bawah yang dibangun ujungnya nanti akan terjadi pertumbuhan atau penguatan ekonomi,” kata dia.

Menurut Trenggono, peningkatan produktivitas nelayan akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kalau produktivitasnya meningkat, pertumbuhannya akan meningkat. Itu yang kita kejar,” ujarnya.

Pembangunan fasilitas di Pantai Nelayan Jatimalang

Di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Jatimalang, berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan telah dibangun. Di antaranya tempat perlelangan ikan (TPI), area docking kapal, pabrik es, serta gudang beku atau cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

Selain itu, terdapat pula sentra kuliner, los nelayan, bengkel perbaikan kapal, serta kantor pengelola kawasan yang akan menjadi pusat aktivitas pengelolaan kampung nelayan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono mengatakan fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas nelayan, mulai dari penangkapan ikan hingga pengolahan dan pemasaran hasil laut.

Purworejo, Kampung Nelayan Merah Putih di Jatimalang, Purworejo Dijadikan Sentra Kuliner dan Wisata

Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono Saat Berkunjung ke Kampung Nelayan Merah Putih Jatimalang ((6/3/2026).

“Selama ini tangkapan nelayan langsung terserap oleh pasar. Dengan adanya cold storage dan pabrik es, hasil tangkapan bisa disimpan lebih lama sehingga nilai jualnya bisa meningkat,” kata Wiyoto.

Ia juga menyebut kawasan ini tidak hanya diperuntukkan bagi perikanan tangkap, tetapi juga untuk pengembangan perikanan budidaya, terutama di wilayah yang memiliki potensi tambak.

“Di Kertojayan misalnya, kawasan ini juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya. Di sana kan sentra tambak udang, jadi tidak hanya perikanan tangkap saja,” ujarnya.

Selain sektor perikanan, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih juga dirancang untuk terhubung dengan sektor pariwisata.

Di Jatimalang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi pantai di Purworejo, pembangunan sentra kuliner di kawasan kampung nelayan diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Kepala Desa Jatimalang Suwarto mengatakan masyarakat desa menyambut baik pembangunan fasilitas tersebut. Dengan dukungan KNMP ia yakin desanya akan semakin ramai dengan para wisatawan. 

“Alhamdulillah dengan adanya ini nelayan mendapat fasilitas. Semoga ke depannya semakin banyak wisatawan yang datang,” ujar Suwarto.

Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Harapannya ke depan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan koperasi bisa bersinergi untuk meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” kata dia.

Desa Jatimalang sendiri memiliki sekitar 1.558 kepala keluarga dengan sekitar 150 nelayan yang mengoperasikan 65 kapal. Komoditas utama yang dihasilkan antara lain bawal, lobster, dan layur.

Dengan potensi perikanan yang cukup besar tersebut, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi pesisir yang terintegrasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang