Relokasi Pedagang Barito ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Sudah 80%, Lokasi Dekat Tol dan KRL

Relokasi Pedagang Barito ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Sudah 80%, Lokasi Dekat Tol dan KRL

Pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung pada akhir September 2025. Sentra ini diproyeksikan mulai difungsikan pada awal Oktober.

Lenteng Agung dipilih sebagai lokasi Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta karena strategis dekat akses transportasi umum, seperti Stasiun KRL Lenteng Agung dan jalan tol.

"Pembangunan kios secara fisik sudah mencapai 85 persen," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, usai meninjau progres pembangunan di lokasi, Jumat (26/9).

Ratu menuturkan, dari total 125 kios yang dibangun untuk merelokasi pedagang Pasar Burung Barito, sebanyak 119 kios sudah dilengkapi dinding. Sementara 6 kios lainnya masih tahap pemasangan pondasi.

"Untuk penyelesaian keseluruhan pembangunan, termasuk prasarana seperti gerbang, turap, tangga, taman, dan fasilitas pendukung lain, diperkirakan selesai pada akhir bulan ini," imbuhnya.

Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pasar hewan, tetapi juga sebagai pusat edukasi fauna sekaligus ruang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) modern.

Berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi, kawasan ini mengalokasikan sekitar 2.000 meter persegi untuk pedagang yang sebelumnya menempati Lokasi Sementara (Loksem) JS 25, JS 26, JS 30, dan JS 96.

Total kios terbagi dalam tiga zona utama, yakni Zona A terdiri atas 22 kios kuliner, Zona C dan D sebanyak 74 kios pedagang burung dan pakan hewan, serta Zona E untuk parcel dan kuliner sejumlah 29 kios.

Adapun Zona B yang diperuntukkan bagi amphitheater masih belum berproses. Selain kios permanen, tersedia area parkir, ruang edukasi dan pertunjukan seni budaya.

"Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta akan menjadi ruang publik yang higienis, ramah keluarga, sekaligus destinasi baru yang lebih menarik dibandingkan Barito," tutup Ratu. (Asp)