Hanif Sjahbandi Bicara Tantangan Jadi Presiden APPI

APPI, Persija, Hanif Sjahbandi Bicara Tantangan Jadi Presiden APPI

Gelandang Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi, memiliki kegiatan baru memasuki tahun 2026 ini. Pemain 28 tahun itu terpilih sebagai presiden baru Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) periode 2026-2029.

Ya, Hanif kini menjabat sebagai Presiden APPI ditemani oleh Nadeo Argawinata sebagai Wakil Presiden yang kepengurusannya sudah berjalan sejak Januari lalu.

Hanif menggantikan seniornya di Persija, Andritany Ardhiyasa, menjadi Presiden APPI.

Hanif pun menceritakan prosesnya terpilih menjadi Presiden APPI lantaran mendapat kepercayaan dari para pemain senior.

"Jadi memang pemilihan APPI ini memang tawaran dari Exco sebelumnya. Dan ketika dilantik jadi presiden pun, justru kalau saya disuruh pilih, saya lebih baik fokus di sepak bola dan sebagainya," ujar Hanif saat ditemui awak media di Kantor APPI, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

"Tapi ketika itu saya memang diberikan amanah sama teman-teman APPI, teman-teman Exco untuk bisa menjalankan ini. Mungkin ada hal yang dilihat dari mereka, saya bisa sanggup lah untuk menjalaninya."

"Ya sudah dengan kesanggupan saya, saya berusaha semaksimal mungkin kapasitas saya, saya berusaha yang terbaik untuk menjalankan tugas ini semaksimal mungkin," tutur dia.

APPI, Persija, Hanif Sjahbandi Bicara Tantangan Jadi Presiden APPI

Gelandang Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi

Tantangan Besar

Menjadi Presiden APPI diakui Hanif merupakan sebuah tantangan yang cukup berat baginya yang lebih terbiasa mengolah bola di lapangan.

Namun, dia berupaya untuk cepat beradaptasi karena memahami bahwa peran APPI sangat krusial dalam menaungi seluruh pesepak bola profesional di Indonesia.

"Ketika saya pertama kali di sini cukup kaget, ternyata seperti ini, caranya seperti ini, kerjanya seperti ini. Cuma di situ saya berusaha untuk beradaptasi karena kita sebagai pemain bola ketika pindah tim juga harus cepat beradaptasi," kata eks pemain Arema FC itu.

"Jadi ada korelasinya sama sepak bola, saya juga berusaha untuk cepat beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang baru ini, yang mana situasi-situasi ini jarang saya hadapi."

"Cuma ketika saya harus membaca, mengambil keputusan dan sebagainya, itu salah satu hal yang buat saya tidak mudah, butuh diskusi lebih banyak, dipikirkan lagi, dan semuanya dampaknya bisa seperti apa. Jadi pengambilan keputusan, lalu perencanaan dan lain sebagainya itu yang menjadi tantangan barulah buat saya," ungkapnya.

Program Kerja

Hanif juga mengungkapkan sejumlah hal yang menjadi program kerja APPI di bawah kepemimpinan Hanif.

Namun, fokus utamanya tetap berkutat pada perlindungan pemain. Beberapa di antaranya seperti masalah pelanggaran kontrak dan isu rasisme.

"Visinya APPI kan edukasi, proteksi, dan solidaritas. Intinya, kami memberikan layanan pendampingan kalau memang ingin dilanjutkan untuk diproses dan lain sebagainya, itu kami mendampingi," ucap Hanif.

"Jadi, artinya pada saat itu kami berkomunikasi dengan pemain maunya seperti apa dan juga kami memberikan dukungan terhadap pemain tersebut, yang mana tetap berada pada koridor kami," tegas dia.

Saat ini, Hanif masih menjalani proses pemulihan akibat cedera lutut yang menimpanya.

Dipastikan musimnya telah berakhir lebih cepat bersama Persija Jakarta. Namun, dia berjanji untuk bisa pulih secepatnya agar bisa kembali fit di awal musim depan untuk membela Macan Kemayoran.

Selain Hanif dan Nadeo, APPI juga memiliki delapan Komite Eksekutif, meliputi: 

2. Achmad Jufriyanto

3. Amiruddin Bagas Kaffa

4. Sutanto Tan

5. Kadek Arel Priyatna

6. Yolanda Krismonica

7. Helsya Maeisyaroh

8. Shalika Aurelia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang