Top 5+ Fakta Bayi Usia 2 Hari Ditinggalkan di Gerobak, Surat Kakak: Saya Tak Mau Masa Depannya Seperti Saya
Seorang bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia dua hari ditemukan dalam kondisi hidup di sebuah gerobak nasi uduk.
Lokasi penemuan bayi berada di depan rumah warga di Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026) sore.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Pasar Minggu selanjutnya mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi bayi dan meminta keterangan dari para saksi.
"Kami telah mengecek lokasi penemuan seorang bayi berjenis kelamin perempuan diduga sengaja ditelantarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Kapolsek Pasar Minggu Anggiat Sinambela, dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).
Polisi mencatat bayi itu ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB, sementara laporan kepada kepolisian diterima pada pukul 17.43 WIB. Dari temuan di lokasi, bayi diperkirakan berusia sekitar dua hari.
Berikut lima fakta terkait penemuan bayi yang ditinggalkan di gerobak nasi uduk tersebut.
1. Saksi Dengar Suara Tangisan Bayi
Penemuan bayi bermula ketika seorang saksi bernama Dinda mendengar suara tangisan dari lantai dua rumahnya. Ia kemudian mencoba mencari sumber suara tersebut.
Setelah diperiksa, suara tangisan ternyata berasal dari sebuah tas belanja yang diletakkan di gerobak nasi uduk di depan rumah warga. Di dalam tas itu terdapat seorang bayi perempuan.
Bayi tersebut mengenakan pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan dibungkus dengan selimut putih.
"Pukul 19.55 WIB seorang bayi perempuan itu dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu guna penanganan medis lebih lanjut," ujar Anggiat.
2. Tas Berisi Perlengkapan Bayi
Saat ditemukan, bayi tersebut berada di dalam tas belanja berwarna hitam. Di dalam tas itu juga terdapat beberapa barang kebutuhan bayi.
Barang-barang yang ditemukan, antara lain susu formula merek SGM kemasan kardus merah, tisu basah, serta sarung tangan bayi berwarna biru. Selain itu, terdapat secarik kertas berisi tulisan tangan.
Salah satu saksi, Marlinah, juga sempat mengganti popok bayi yang saat itu sudah dalam kondisi kotor sebelum akhirnya dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk memastikan penanganan dan perlindungan bagi bayi tersebut.
3. Ada Surat dari Seseorang yang Mengaku Sebagai Kakak
Polisi juga menemukan pesan tertulis yang diduga berkaitan dengan bayi tersebut.
Surat itu ditulis oleh seorang anak yang mengaku sebagai kakak dari bayi yang ditemukan.
Dalam pesan tersebut, anak berinisial Z yang disebut berusia 12 tahun memperkenalkan dirinya sebagai kakak dari bayi yang diberi inisial AR.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” tulis anak itu dalam suratnya.
4. Bayi Lahir 2 Maret 2026
Dalam lanjutan pesan yang sama, penulis surat menyebut bahwa bayi tersebut baru dilahirkan sehari sebelum ditemukan, yakni pada Senin (2/3/2026).
Ia juga meminta agar bayi tersebut dirawat dengan baik oleh siapa pun yang menemukannya.
“Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terima kasih.”
5. Bayi yang Ditinggalkan Dapat Penanganan
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pemerintah daerah akan memastikan bayi tersebut memperoleh penanganan yang tepat.
Ia menyebut bahwa persoalan sosial seperti ini seharusnya dapat dilaporkan melalui jalur resmi pemerintah, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan agar segera ditangani.
“Saya baca berita itu. Mudah-mudahan anak ini tidak salah datang. Kalau dia mungkin datang di kelurahan, pasti akan ditanggulangi. Minimal Dinas Sosial akan turun langsung. Mudah-mudahan dia tidak salah datang,” kata Rano, dikutip dari , Kamis (5/3/2026).
Menurut Rano, pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan dinas terkait setelah mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman media yang mengekspos ini, sehingga kita bisa segera cepat menanggulangi, karena itu bagian kegiatan sosial yang memang dilakukan oleh Jakarta,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang