Menteri Perang AS: Iran Tak Akan Bertahan Lama

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth diganti jadi Menteri Perang
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth diganti jadi Menteri Perang

Menteri Perang Amerika Serikat Pete, Hegseth mengatakan bahwa kekuatan Iran tidak akan bisa bertahan lebih lama daripada kekuatan militer Amerika Serikat. Pernyataan ini diungkap Hegseth setelah Amerika Serikat memberi sinyal akan memperluas kampanye militernya, menyusul serangan terkoordinasi dengan Israel sejak Sabtu lalu.

“Saya berdiri di hadapan Anda hari ini dengan satu pesan yang jelas mengenai Operasi Epic Fury. Amerika sedang menang dengan tegas, menghancurkan, dan tanpa ampun, di bawah komando langsung Presiden Donald Trump,” ujar Hegseth dalam konferensi pers bersama Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine dikutip dari laman Andalou, Kamis 5 Maret 2026.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menekankan bahwa serangan yang dilakukan baru berjalan beberapa hari, namun sudah menunjukkan dampak signifikan terhadap kemampuan lawan.

“Mereka sudah habis, dan mereka tahu itu… dan kami baru saja memulai untuk memburu, melumpuhkan, melemahkan moral, menghancurkan, dan menyingkirkan kemampuan mereka, dan ini baru empat hari berjalan,” tambahnya.

Hegseth juga menekankan bahwa operasi militer ini masih dalam tahap awal, namun intensitasnya dipastikan akan meningkat. Ia memperingatkan bahwa serangan-serangan berikutnya akan lebih besar dan lebih masif.“Gelombang serangan yang lebih besar dan lebih banyak akan datang. Kami baru memulai. Kami mempercepat, bukan melambat,” kata Hegseth.

Hegseth menegaskan misi operasi ini sangat jelas yakni menghancurkan rudal dan drone Iran beserta fasilitas produksinya, meniadakan armada laut dan infrastruktur keamanan penting, serta memutus akses Iran terhadap senjata nuklir.

“Iran tidak akan pernah memiliki bom nuklir,” tegas dia.

Ia juga mengatakan lebih banyak pesawat pembom dan jet tempur akan tiba pada Rabu.

Menyinggung laporan yang mengatakan persediaan amunisi menipis, Hegseth menegaskan bahwa dengan penguasaan penuh atas langit, pihaknya akan menggunakan bom gravitasi presisi berbasis GPS dan laser seberat 227 kg, 454 kg, hingga 907 kg yang persediaannya hampir tak terbatas.

“Amerika akan mengambil seluruh waktu yang dibutuhkan untuk memastikan misi ini berhasil,” tambahnya.

Tidak ada rencana pasukan darat di Iran

Di Samudra Hindia, Hegseth mengatakan sebuah kapal perang Iran yang mengira aman di perairan internasional berhasil ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika.

“Sebaliknya, kapal itu tenggelam oleh torpedo Quiet Death. Ini adalah tenggelamnya kapal musuh pertama dengan torpedo sejak Perang Dunia II. Seperti dulu saat kami masih Departemen Perang kami bertempur untuk menang,” katanya.

Sementara itu, Caine menyebut AS telah menarget lebih dari 2.000 sasaran dan menghancurkan lebih dari 20 kapal angkatan laut Iran.

“Kami telah menghancurkan lebih dari 20 kapal Iran, termasuk satu kapal fregat di luar wilayah, satu kapal selam, dan secara efektif menetralkan keberadaan utama angkatan laut Iran di kawasan,” ujarnya.

Departemen Pertahanan AS kemudian membagikan cuplikan video melalui media sosial X, menampilkan sebuah kapal terbakar sebelum ledakan bawah air menghancurkan lambung kapal dekat buritan.

“Kami sekarang akan mulai memperluas operasi ke daratan, menyerang lebih dalam ke wilayah Iran, sekaligus membuka kebebasan bergerak tambahan bagi pasukan AS,” tambah Caine.

Ketika ditanya soal kemungkinan pengerahan pasukan darat di Iran, Caine mengatakan bahwa dirinya tidak akan akan berkomentar lebih jauh soal pasukan darat AS.

“Saya pikir itu pertanyaan bagi pembuat kebijakan. Saya tidak membuat kebijakan, saya mengeksekusi kebijakan,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menegaskan bahwa AS memiliki cukup amunisi presisi untuk tugas yang ada, baik ofensif maupun defensif.

Soal laporan yang menyebut AS siap mendukung kelompok di Iran yang bersedia bersenjata melawan rezim Iran, Hegseth menegaskan bahwa pihaknya tidak bergantung pada dukungan terhadap penguatan kelompok tertentu.