Obituari Try Sutrisno: Jejak Panjang Wakil Presiden Ke-6 RI, dari Penjual Koran, Militer, hingga Istana
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar Try Sutrisno meninggal disampaikan oleh pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui pesan berantai.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
"Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT," ujar pihak keluarga, dikutip dari Antara, Senin.
"Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA," tambahnya.
Jenazah Try Sutrisno akan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Profil Try Sutrisno
Berdasarkan catatan Kompaspedia, Rabu (12/4/2023), mantan Wakil Presiden Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935.
Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, putra pasangan Soebandi dan Mardheyah. Keluarganya tinggal di kawasan Genteng, Bandar Lor, Surabaya.
Masa kecilnya berlangsung dalam situasi yang tidak mudah. Ayahnya bekerja sebagai sopir ambulans di Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Setelah Indonesia merdeka, kondisi keamanan belum sepenuhnya stabil. Saat Belanda kembali melancarkan agresi militer, keluarganya sempat mengungsi ke Mojokerto.
Dalam keterbatasan tersebut, Try harus berhenti sekolah sementara waktu dan membantu perekonomian keluarga dengan berjualan koran serta rokok.
Pengalaman hidup di masa perang dan kesulitan ekonomi itu membentuk karakter disiplin serta keteguhan sikap Try Sutrisno sejak usia muda.
Perjalanan Karier Try Sutrisno
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Try Sutrisno melanjutkan pendidikan militer di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) di Bandung.
Ia sempat gagal pada tahap pemeriksaan fisik, namun ia berhasil memperoleh kesempatan kedua dan dinyatakan lulus pada 1959.
Karier militernya dimulai dengan pangkat Letnan Dua Zeni. Penugasan awal dijalani sebagai Komandan Peleton Zeni Tempur di Palembang.
Dalam periode tersebut, ia terlibat dalam operasi penumpasan pemberontakan PRRI.
Try juga pernah ditunjuk menjadi Komandan Batalyon Zeni Tempur Amphibi di Surabaya dan Kepala Biro pada Staf Umum Angkatan Darat 2/Operasi pada 1972 hingga 1974.
Perjalanan kariernya berlanjut sebagai ajudan Presiden RI (1974–1978).
Setelah menjadi ajudan, Try Sutrisno mengikuti Sekolah Staf dan Komando Gabungan pada 1977 dan Sesko Gabungan ABRI.
Karier Try Sutrisno di ABRI mulai meroket ketika ia ditunjuk menjadi Kepala Staf Kodam XVI/Udayana Bali/Nusa Tenggara dengan kenaikan pangkat menjadi Kolonel.
Ia juga dipercaya menjadi Pangdam IV/Sriwijaya dan Pangdam V/Jaya.
Saat menjabat sebagai Pangdam V/Jaya, Try Sutrisno harus menghadapi sejumlah peristiwa besar, seperti insiden Tanjung Priok dan peledakan gedung BCA.
Setelah itu, Try menjabat sebagai anggota MPR RI selama dua periode sejak 1983 hingga 1993.
Jabatan lain yang pernah diemban adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), KSAD pada 1986-1988, dan Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani pada 27 Februari 1988 hingga 18 Februari 1993.
Try Sutrisno Menjadi Wakil Presiden
Dalam Sidang Umum MPR 1997, Try Sutrisno ditetapkan sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998.
Menjelang akhir masa jabatannya, Try menyampaikan tidak bersedia untuk kembali dicalonkan sebagai Wakil Presiden.
Masa tugasnya resmi berakhir pada 11 Maret 1998. Setelah itu, posisi Wapres diduduki oleh BJ Habibie.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi purnawirawan TNI.
Ia kerap hadir dalam forum-forum kebangsaan serta menyampaikan pandangan mengenai isu-isu strategis nasional.
Try Sutrisno pernah menjadi Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) hingga 2003 dan Ketua Dewan Pembina Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Jabatan terakhir yang ia emban adalah Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila periode 2022–2027.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompaspedia dengan judul "Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang