Jantung Mikel Arteta "Hampir Berhenti" Saat Arsenal Libas Chelsea 2-1

Mikel Arteta, Arsenal, Chelsea, David Raya, Jantung Mikel Arteta

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menceritakan detik-detik terakhir sebelum wasit Darren England meniup peluit untuk mengakhiri laga Arsenal vs Chelsea di Liga Inggris.

Dalam keterangannya setelah laga, Mikel Arteta mengaku tegang menjelang pertandingan Arsenal vs Chelsea berakhir di Stadion Emirates, Minggu (1/3/2026) malam WIB.

Bukan tanpa alasan, Arteta melihat sendiri perjuangan David Raya yang secara sensasional menepis umpan silang Alejandro Garnacho ke luar tiang gawang.

Aksi David Raya berbuah manis dengan kegagalan Chelsea mencetak gol dan membawa Meriam London meraih kemenangan 2-1.

Arsenal berhasil mencatat kemenangan lewat gol dari William Saliba (21') dan Jurrien Timber (66'). Sementara satu gol Chelsea dicetak melalui gol bunuh diri Piero Hincapie (45+2').

Tim Meriam London juga sempat unggul jumlah pemain usai Pedro Neto diusir wasit pada menit ke-70 imbas pelanggaran kerasnya kepada Gabriel Martinelli.

Jantung Hampir Berhenti

Mikel Arteta memberi gambaran tentang kondisinya saat pertandingan mulai memasuki fase krusial di waktu tambahan babak kedua.

Penyelamatan gemilang David Raya di akhir pertandingan disebut-sebut membuat jantungnya hampir berhenti berdetak.

"Penyelamatan yang dia lakukan di aksi terakhir, dari tembakan yang luar biasa, saya mendapatkan sudut yang tepat dan jantung saya hampir berhenti berdetak. Tapi tangan David ada di sana untuk menghidupkannya kembali," ujar Arteta dalam sesi konferensi pers dikutip dari Sky Sports.

Meski berusaha tetap tenang, Arteta mengaku rasa tegangnya tak bisa dibohongi. Keunggulan jumlah pemain justru gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Meriam London.

Mikel Arteta, Arsenal, Chelsea, David Raya, Jantung Mikel Arteta

William Saliba (kedua dari kanan) merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Arsenal vs Chelsea di Stadion Emirates di London pada 1 Maret 2026. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)

Alhasil dengan peluang yang semakin banyak diraih oleh Chelseia di penghujung laga, Arteta merasa sangat tertekan mengingat jarak skor yang tipis.

"Saya berusaha tetap tenang, tetapi jelas, kami tidak mendapatkan dominasi dan rangkaian permainan yang kami inginkan dan harapkan saat bermain dengan 10 pemain."

"Anda harus mengatasi hal itu, dan itu adalah bagian penting dari permainan. Semua orang menderita karena marginnya sangat tipis," ujarnya.

Arsenal Bisa Cetak Banyak Gol

Mikel Arteta menyebut Arsenal seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol di babak pertama, mengingat dominasi yang diperlihatkan oleh Meriam London.

Namun, gol bunuh diri Piero Hincapie di penghujung paruh pertama sempat membuat mereka berada di bawah tekanan.

"Seharusnya selisih gol lebih besar di babak pertama. Momen saat kami kebobolan sangat menyakitkan, tetapi itulah kualitas Chelsea," sambungnya.

Di sisi lain, kartu merah yang diterima Chelsea tidak berhasil dimaksimalkan oleh Arsenal karena mereka tetap gagal menambah gol meski unggul jumlah pemain.

Ia menilai para pemainnya juga telah belajar dari kesalahan pada pertandingan sebelumnya saat ditahan imbang Wolves.

"Setelah kartu merah, seharusnya kami bisa mengelola situasi dengan lebih baik."

"Cara kami bereaksi setelah hasil mengecewakan melawan Wolves sangat bagus."

hal yang telah kita pelajari tentang diri kita sendiri. Cara kita menghadapinya sangat bagus. Mari kita teruskan," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang