Kesaksian Roberto Mancini Saat Doha Diteror Rudal Iran: Ibu Saya Khawatir!
Mantan pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini membagikan cerita saat menghadapi situasi menegangkan di Doha akibat serangan rudal Iran.
Doha menjadi salah satu negara Teluk yang menjadi sasaran rudal Iran sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan sempat terjadi pada Sabtu (28/2/2026) malam waktu Doha. Akibatnya, sistem radar di pangkalan militer Al Udeid mengalami kerusakan.
"Qatar dihantam 44 rudal dan delapan drone...mengakibatkan delapan korban luka, termasuk satu orang yang berada dalam kondisi kritis," kata seorang diplomat kepada AFP.
Roberto Mancini yang saat ini melatih klub Qatar, Al Saad menggambarkan situasi mengkhawatirkan yang melanda Doha
Ia menceritakan saat mendengar sirine dari ponsel tentang ledakan yang terjadi saat tengah beribadah.
"Sirine di ponsel saya mulai berdering, dengan pesan-pesan yang ditulis dalam bahasa Arab, dan saya mendengar lima atau enam ledakan."
"Kami berada di gereja untuk mengikuti ibadah ketika alarm berbunyi, dan kami diperintahkan untuk segera kembali ke rumah dan tidak meninggalkan tempat itu," jelas Mancini dalam wawancara dengan Tg1, dikutip dari Tutto Mercato Web.
Sang Ibu Khawatir
Saat mengetahui ketegangan sedang terjadi di Qatar, ibu Mancini langsung meneleponnya karena khawatir.
Ia pun berharap agar kondisi segera membaik dengan upaya keamanan dari militer Qatar.
"Ibu saya menelepon dan khawatir, tetapi untuk saat ini dia bisa tenang."
"Kami telah mengikuti berita beberapa hari terakhir, dan mengingat pengerahan pasukan di Teluk, kami pikir sesuatu mungkin akan akan terjadi."
"tetapi kami berharap diplomasi akan menang. Mari kita berharap yang terbaik," pungkas Mancini, yang membagikan bukti video tentang apa yang terjadi di saluran media sosialnya.
Dua orang staf pelatihnya, Massimo Maccarone dan Christian Lattanzio, juga sempat mengunggah video di profil Instagram-nya tentang ledakan yang ia dengar langsung, beberapa kilometer dari rumahnya di Doha.
Federasi Qatar Tunda Semua Pertandingan
Federasi Sepak Bola Qatar (QFA) telah menangguhkan seluruh pertandingan sampai pemberitahuan lebih lanjut menyusul serangan rudal Iran.
Meski tidak menjelaskan secara terperinci tentang pertandingan yang ditunda, kabarnya Finalissima antara Spanyol dan Argentina yang akan digelar pada 27 Maret mendatang juga terkena imbasnya.
Dengan hanya tersisa 26 hari sebelum pertandingan dimulai, wilayah udara di atas kawasan Teluk Persia telah ditutup.
Hal ini membuat perjalanan kedua tim menuju Qatar dipastikan terganggu dan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Keputusan akhir mengenai nasib pertandingan Finalissima tidak sepenuhnya berada di tangan Asosiasi Sepak Bola Qatar.
Finalissima diselenggarakan oleh Komite Tertinggi negara tuan rumah, yang akan mempertimbangkan masalah ini berdasarkan jaminan keselamatan para pemain, staf pelatih, dan penggemar.
Tentu dengan pertimbangan situasi keamanan dalam beberapa hari mendatang akan menjadi penentu digelarnya pertandingan ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang